Harmonis, Musik Bale Ganjur dan Rebana Iringi Perayaan Maulid Nabi Warga Dua Banjar Ini

Setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Banjar Dukuh Sari dan Banjar Dukuh Pesirahan, mengenal tradisi pawai arak-arakan telur rebus

Harmonis, Musik Bale Ganjur dan Rebana Iringi Perayaan Maulid Nabi Warga Dua Banjar Ini
Dok
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H umat muslim di Banjar Dukuh Sari, Sesetan, dan Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan, Denpasar, Bali, dengan mengarak arak-arakan telur tebus warna-warni, Minggu (17/11/2019). Uniknya, pawai ini turut dimeriahkan umat Hindu dengan memainkan gamelan Bale Ganjur oleh anak-anak STT Banjar Yowana Sari. Harmonis, Musik Bale Ganjur dan Rebana Iringi Perayaan Maulid Nabi Warga Dua Banjar Ini 

Harmonis, Musik Bale Ganjur dan Rebana Iringi Perayaan Maulid Nabi Warga Dua Banjar Ini

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nuansa harmonis menyelimuti warga Banjar Dukuh Sari, Sesetan, dan Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan, Denpasar, Bali, Minggu (17/11/2019).

Seperti diketahui, dalam setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mengenal tradisi pawai arak-arakan telur rebus keliling kampung.

Telur rebus yang disusun serupa ogoh-ogoh dalam tradisi Bali itu, diarak keliling banjar sekaligus dibagi-bagikan kepada warga banjar yang melintas.

Spesialnya, arak-arakan ini juga diiringi musik khas Bali, Bale Ganjur yang dimainkan para Sekaa Teruna-Teruni (STT) Graha Yowana Sari, Banjar Dukuh Sari, Sesetan.

Ginting Kalah dari Pebulu Tangkis Tuan Rumah Hong Kong, Indonesia Tanpa Gelar

Ada Sosok Wajah di Ranjang Sang Bayi, Setelah Dipasang CCTV Kisah Ibu Ini Viral

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, M Khotim menjelaskan, pawai telur ini memang menjadi tradisi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bali.

Pawai telur ini bermakna sebagai wujud kebahagiaan umat muslim atas lahirnya Nabi Muhammad SAW.

''Lahirnya Nabi Muhammad dimaknai sebagai pembawa kebahagiaan bagi semua makhluk hidup. Lewat pawai telur, kebahagiaan itu kami wujudkan dengan berbagi telur pada warga banjar,'' tuturnya.

Hadirnya partisipasi dari umat Hindu Banjar Dukuh Sari dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW itu semakin melengkapi makna kebahagiaan tersebut.

Duo Sri Dewi Laksana Jadi Duet Ideal di Karangasem? Incumbent Mas Sumantri-Yuli Geredeg Mencuat

Niat Bertemu Orangtua di Ketewel Kandas, Remaja 15 Tahun Ini Terlibat Kecelekanaan Mengerikan

''Artinya, di hari ini keharmonisan antar umat beragama di Bali juga terwujud,'' katanya.

Ia berharap dengan ini bisa semakin mempererat keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Bali.

Terpisah, Kaling Banjar Dukuh Dari Ketut Sudarsa mengaku hal ini tentu menjadi catatan positif dalam tradisi merawat keberagaman dan menyemaikan nilai-nilai toleransi di banjar sejak lama.

Ke depan diharapkan kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan secara konsisten di berbagai momen dan perayaan, sehingga nilai toleransi antar umat beragama bisa lestari hingga generasi kedepan.

(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved