Breaking News:

93 KK di Bangli Mundur sebagai Penerima Program Keluarga Harapan

Berdasarkan data per tahun 2019, terdapat 93 KK yang mundur dari kepesertaan Keluraga Penerima Manfaat (KPM).

dok. ist.
Pekerja sosial supervisor PKH Bangli, Yurika saat melakukan kunjungan ke KPM yang memiliki usaha produktif. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Penerima bantuan Kementerian Sosial lewat Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya di Kabupaten Bangli, terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data per tahun 2019, terdapat 93 KK yang mundur dari kepesertaan Keluraga Penerima Manfaat (KPM).

Pekerja Sosial Supervisor PKH Kabupaten Bangli Yurika Mahadiwangsa menjelaskan, bantuan Kemensos lewat PKH ini tidak seumur hidup diperoleh KPM.

Kepesertaan mereka lewat proram ini maksimal hanya lima tahun.

“Setelah itu bisa dilakukan re-sertifikasi atau penilaian kembali apakah masih layak atau tidak menjadi KPM,” ujarnya Minggu (17/11/2019).

Lanjut Yurika, pada tahun 2019 ini pihaknya telah melakukan pendataan terhadap KPM yang memiliki usaha produktif.

Dari pendataan yang dilakukan, ia mengakui banyak KPM yang usahanya produktif, serta dinilai layak untuk digraduasi (dikeluarkan) secara mandiri dari kepesertaan.

Diakui tidak mudah bagi pihaknya agar KPH mau melepaskan bantuan yang diterima sebelumnya.

Sebab itu sosialisasi juga dilakukan dengan kunjungan rumah, untuk membujuk keluarga yang telah dinilai mampu untuk keluar dari kepesertaan tanpa paksaan.

“Jadi tiap bulan kita melakukan pertemuan kelompok (PK). Dalam pertemuan ini kita sadarkan kembali bahwa para peserta sudah memiliki usaha, (dan) sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup harian sendiri tanpa bantuan. Kita juga sosialisasikan lagi bahwa peserta bisa mengundurkan diri,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved