Air PDAM Kecrat-kecrit dan Sering Mati, Warga Pilih Mandi di Sungai Petanu

Air PDAM Gianyar mati, bahkan kerap kecrat-kecrit, warga memilih mandi di aliran sungai Petanu

Dok Warga
Warga terlihat mandi di aliran Sungai Petanu, kawasan Desa Saba-Desa Sukawati, Gianyar, Bali, Minggu (17/11/2019). Air PDAM Kecrat-kecrit dan Sering Mati, Warga Pilih Mandi di Sungai Petanu 

Air PDAM Kecrat-kecrit dan Sering Mati, Warga Pilih Mandi di Sungai Petanu

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sungai Petanu selama ini menjadi sumber air PDAM Gianyar, yang didistribusikan pada para pelanggannya.

Namun sejumlah warga Desa Saba, Blahbatuh, dan Desa Sukawati, tidak menggunakan air Sungai Petanu yang mengucur dari keran di rumahnya dan lebih memilih langsung mandi di sana.

Hal tersebut lantaran pelayanan PDAM Gianyar di wilayah desa setempat, mati.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Minggu (17/11/2019), sejumlah warga Desa Saba dan Desa Sukawati yang rumahnya dekat dengan Sungai Petanu memadati aliran Sungai petanu.

Perempuan dan laki-laki memanfaatkan aliran sungai berair jernih itu, untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

Hal tersebut dilakukan untuk menghemat air.

Sebab pelayanan air di kawasan mereka kerap ‘kecrat-kecrit’.

LPD Serampingan Dibobol Maling, Dewan Sarankan Pasang CCTV dan Tidak Simpan Uang di Kantor

Vaksinasi Rabies di Bangli Baru Mencakup 86 Persen, Desa Sukawana Masuk Prioritas Penyisiran

Air PDAM yang ditampung pada bak penampungan, hanya digunakan untuk keperluan yang relatif penting.

Seperti dikatakan, Wayan Wawan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved