Bali Spirit Kawinkan Idealisme dengan Bisnis, Tepis Anggapan Basa-basi Marketing dan Pencitraan

Ada yang mengatakan idealisme dan bisnis adalah dua hal yang berseberangan, sehingga hanya ‘orang gila’ saja yang sanggup mengawinkannya.

Bali Spirit Kawinkan Idealisme dengan Bisnis, Tepis Anggapan Basa-basi Marketing dan Pencitraan
dok. ist.
ORGANIK - Yogi's Farm, kebun pertanian milik Bali Spirit di Payangan (Gianyar). Kebun ini menampung sampah-sampah organik dari jaringan resto Bali Spirit untuk dijadikan kompos. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak mudah untuk gabungkan idealisme dengan bisnis.

Bahkan, ada yang mengatakan idealisme dan bisnis adalah dua hal yang berseberangan, sehingga hanya ‘orang gila’ saja yang sanggup mengawinkannya.

Namun, pasangan suami-istri I Made Gunarta dan Meghan Pappenheim berhasil mensinergikan keduanya di jaringan usaha mereka, Bali Spirit, meskipun tentu dengan segenap liku-liku yang dilaluinya sejak sekitar 15 tahun lalu.

Kini Bali Spirit bisa disebut sebagai jaringan restoran di Bali, yang aktivitasnya dari hulu hingga hilir, sepenuhnya ramah lingkungan (eco-friendly) dan berkelanjutan (sustainable).

“Memang, katanya, menggabungkan idealisme dengan bisnis butuh ‘kegilaan’ tertentu dari orang yang menjalaninya ya. Tapi, Bu Meghan dan Pak Made Gunarta sesungguhnya melakukannya dari kesadaran yang mendalam tentang perlunya siapapun, termasuk kalangan bisnis, untuk peduli pada lingkungan.

"Dalam bisnis resto, terkait isu lingkungan, keprihatinan terbesar akhir-akhir ini kan mengenai penggunaan plastik yang begitu masif,” kata Franky Ismail, Front House Manager jaringan resto Bali Spirit saat ditemui Tribun Bali di Kafe Ubud, salah-satu resto dalam jaringan Bali Spirit, awal November lalu.

Selain kafe, jaringan resto Bali Spirit adalah Kebun Bistro dan Garden Kafe. Semua berada di Ubud, Kabupaten Gianyar.

Tekad Meghan dan Gunarta untuk mencebur ke bisnis kuliner yang sustainable itu dibuktikan dengan tak hanya memiliki resto.

Pasangan Bali-Amerika ini juga mengelola sebuah kebun/pertanian di daerah Payangan, Gianyar, yang menjadi bagian dari mata rantai pengelolaan bisnis berkelanjutan mereka.

Semua sampah organik dari resto Kafe dan resto Kebun dikirim ke kebun untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk kompos bagi tanaman sayuran.

Halaman
1234
Penulis: Noviana Windri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved