Harus Ditanam di Ketinggian 600 Mdpl, Pisang Emas Kirana Siap Dikembangkan untuk Diekspor ke Jepang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana mengembangkan komoditas pisang emas kirana di Pekutatan Kabupaten Jembrana.

Harus Ditanam di Ketinggian 600 Mdpl, Pisang Emas Kirana Siap Dikembangkan untuk Diekspor ke Jepang
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I Wayan Sunarta saat bertemu dengan sejumlah awak media di Kantor Gubernur Bali, Senin (18/11/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana mengembangkan komoditas pisang emas kirana di Pekutatan Kabupaten Jembrana.

Dipilihnya komoditas pisang emas kirana untuk dikembangkan karena sudah ada permintaan khusus dari negara matahari terbit: Jepang.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I Wayan Sunarta mengatakan, pengembangan komoditas pisang emas kirana ini akan dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) di bawah naungan Pemprov Bali.

"Hanya saja, teknisnya nanti akan digawangi oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali," kata Sunarta saat bertemu dengan sejumlah awak media di Kantor Gubernur Bali, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, pihak Perusda Bali telah menyiapkan lahan seluas 48 hektar dan sudah siap untuk ditanami tahun ini, hanya saja tinggal menunggu musim hujan.

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang, Dikomando Kopilot hingga Penyelidikan KNKT

Sambut Tujuh Laga Berat, Teco Sebut Semua Tim Ingin Kalahkan Bali United

7 Rasa Nyeri Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Ginjal Sampai Radang Usus Buntu

Sunarta menjelaskan, dalam pengembangan pisang emas kirana ini harus ditanam di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Hal itu dilakukan agar produk atau buah yang dihasilkan bisa kenyal dan manis, terlebih akan diekspor ke Jepang.

Selain untuk diekspor, produk pisang yang dihasilkan nantinya juga akan diperuntukkan kepada pihak hotel dan restoran di Bali.

Hal ini sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 tahun 2019 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved