Sengatan Tawon Endas atau Tabuhan Merenggut Korban Jiwa, Bagaimana Bisa Mematikan?

Akan tetapi, khusus di Klaten, tawon ndas sudah lama menjadi masalah dan berkali-kali menelan korban jiwa. Bagaimana bisa mematikan?

Sengatan Tawon Endas atau Tabuhan Merenggut Korban Jiwa, Bagaimana Bisa Mematikan?
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat 

Penanganan sengatan tawon ndas Pada dosis kecil atau ketika yang menyengat hanya satu atau dua ekor, sengatan tawon ndas bisa ditangani sendiri.

Dr dr Tri Maharani, MSi SPEM dalam artikel Kompas.com, 11 Januari 2019, menjelaskan bahwa sengatan hanya perlu dikompres hingga bengkak mereda.

Lalu, bila masih ada sengatannya yang menancap, bisa dicabut.

Pasien juga bisa diberi obat-obatan analgesik dan antihistamin atau corticosteroid untuk mengurangi rasa nyeri dan segera mengurangi pembengkakan.

Akan tetapi, ketika yang menyengat banyak individu tawon, maka penanganan harus diserahkan ke petugas medis sesegera mungkin.

Petugas lantas akan memberikan penanganan sesuai kondisinya.

Apabila pasien mengalami edema paru akut atau penumpukan cairan di paru, maka tata laksana edema paru akan diberikan.

Bila pasien mengalami gagal ginjal, maka pasien akan diberi tata laksana gagal ginjal, seperti hemodialisis. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Tawon Ndas yang Kembali Renggut Nyawa Warga Klaten", https://sains.kompas.com/read/2019/11/16/120500223/mengenal-tawon-ndas-yang-kembali-renggut-nyawa-warga-klaten?page=all#page2.
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Shierine Wangsa Wibawa

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved