Kendarai Sepeda Motor dan Menyusup Masuk Bali Tanpa Dokumen Sah, Dacheng Yan Divonis 8 Bulan Penjara

Dacheng Yan (44) yang nekat masuk ke Indonesia melalui jalur darat mengendarai sepeda motor dari Malaysia

Kendarai Sepeda Motor dan Menyusup Masuk Bali Tanpa Dokumen Sah, Dacheng Yan Divonis 8 Bulan Penjara
Tribun Bali/Rizal Fanany
Dacheng Yan (44) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (19/11/2019). Pria asal Negeri Tirai Bambu, China pun dijatuhi pidana penjara selama delapan bulan oleh majelis hakim. Dacheng divonis bersalah karena masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen yang sah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dacheng Yan (44) yang nekat masuk ke Indonesia melalui jalur darat mengendarai sepeda motor dari Malaysia menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (19/11/2019).

Pria asal Negeri Tirai Bambu, China pun dijatuhi pidana penjara selama delapan bulan oleh majelis hakim.

Dacheng divonis bersalah karena masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen yang sah. Terhadap vonis itu, terdakwa yang pernah menjadi tentara di negara asalnya itu pasrah menerima.

"Terdakwa menerima Yang Mulia," ucap seorang alih bahasa mandarin yang mendampingi terdakwa. Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bersikap dan masih pikir-pikir.

Putusan majelis hakim pimpinan Sobandi lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

APBD 2020 Kembali Dirancang Turun Jadi Rp 6,3 T, Pendapatan Asli Daerah Menjadi Rp 5,3 T

Kuli Bangunan di Jakarta Tercatat Punya Mobil Seharga Rp 20 Miliar, Terkuak dari Tagihan Pajak

Sebelumnya Jaksa I Made Lovi Pusnawan menuntut Dacheng Yan dengan pidana penjara selama satu tahun atau 12 bulan.

Selain dituntut pidana badan, ia juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan penjara.

Meski putusan lebih ringan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa.

Terdakwa dinyatakan telah terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan berlaku.

Terdakwa pun dijerat Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Layani 200 Lebih Pemohon SKCK, Polresta Denpasar Terapkan Hal Ini Untuk Menghindari Antrean Panjang

Banyuwangi Raih Penghargaan Tertinggi Kabupaten Sehat

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved