Kepala Dusun di Buleleng Luapkan Kekesalan Karena Kalah Saat Pilkel, Bikin Isu Bakar KIS Warga

Atas perbuatan Suarta ini, pihak desa pun saat ini masih berkoordinasi dengan Camat Buleleng terkait sanksi yang akan diberikan

Kepala Dusun di Buleleng Luapkan Kekesalan Karena Kalah Saat Pilkel, Bikin Isu Bakar KIS Warga
shutterstock
Kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sejumlah masyarakat di Dusun Pasar, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng dibuat resah. Ini setelah ada kabar pembakaran Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik mereka.

Kepala Dusun Pasar, Ketut Suarta disebutkan sempat melontarkan pernyataan telah melakukan aksi pembakaran KIS milik warganya. Sebagai calon, ia kesal lantaran kalah dalam pemilihan peberkel (Pilkel) lalu.

Perbekel Desa Anturan, I Made Budi Arsana mengatakan, Suarta sebelumnya memang sempat mengaku kepada warga bahwa dirinya telah membakar 21 keping KIS milik warga lantaran kesal kalah dalam Pilkel 2019.

Bahkan hal itu juga disampaikan oleh Suarta saat dimintai klarifikasi oleh perangkat desa pada 11 November 2019. Namun Selasa (19/11/2019), saat kembali dimintai klarifikasi oleh Perbekel Anturan, bersama petugas BPJS Kesehatan dan Aparat Kepolisian, Suarta justru melontarkan pernyataan yang berbeda.

Ia mengaku tidak pernah membakar KIS milik warga tersebut. Ia juga telah menunjukkan bukti sejumlah keping KIS milik warga yang masih utuh. Untuk itu, Surta pun diminta membuat surat pernyataan yang pada intinya berisi tentang dirinya yang tidak pernah membakar KIS milik warga.

"Dia (Suarta) mengaku hanya iseng-iseng saja bilang kalau KIS milik warga itu sudah dia bakar. Pernyataan yang dia lontarkan di masyarakat sehingga menjadi isu itu menurut dia hanya sensasi belaka karena kekecewaannya di Pilkel. Jadi dia sudah mengarang berita bohong," katanya.

Arsana pun menyebutkan, pihaknya sudah mengecek seluruh KIS milik warga di Dusun Pasar. Hasilnya, sebanyak 21 keping KIS milik warga itu kondisinya dipastikan masih utuh. Atas perbuatan Suarta ini, pihak desa pun saat ini masih berkoordinasi dengan Camat Buleleng terkait sanksi yang akan diberikan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan bahwa unit intel Polres Buleleng saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah KIS tersebut benar dibakar atau tidak oleh Suarta. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved