Breaking News:

Pembuatan SKCK di Polresta Denpasar

Layani 200 Lebih Pemohon SKCK, Polresta Denpasar Terapkan Hal Ini Untuk Menghindari Antrean Panjang

Salah satunya dengan menerima pemohon tercepat saat mendaftarkan diri atau menyelesaikan berkas SKCK yang diberikan saat ingin membuat di ruang SKCK.

Tribun Bali/ Ahmad Firizqi Irwan
Permintaan pembuatan SKCK di Polresta Denpasar mengalami peningkatan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polresta Denpasar meningkat.

Seijin Kasat Intel Polresta Denpasar, I Wayan Suadana petugas pengurus SKCK Polresta Denpasar mengatakan untuk menghindari antrean panjang pemohon SKCK ada penerapan atau kebijakan yang dilakukan Polresta Denpasar.

Salah satunya dengan menerima pemohon tercepat saat mendaftarkan diri atau menyelesaikan berkas SKCK yang diberikan saat ingin membuat di ruang SKCK.

"Sebenarnya penerapannya sudah lama, karena kan kalau mau buat mereka harus ngisi data dulu. Siapa yang cepat ngisi data, kita proses," ujarnya I Wayan Suadana, Selasa (19/11/2019).

Penerapan ini dinilai sangat bermanfaat mengingat antrian pemohon SKCK di Polresta Denpasar sangat banyak dan kebanyakan masyarakat datang untuk melengkapi berkas syarat CPNS.

Jika biasanya petugas SKCK hanya melayani 100 hingga 150 orang dalam sehari, namun sudah seminggu ini pembuat SKCK meningkat menjadi 200 orang.

Devi Tak Tahu Pembuatan SKCK Berlaku Sesuai Domisili, Saya Dari Bangli Harus Buat di Polda Bali

Sempat Daftar Online, Dwi Putra Putuskan Membuat SKCK di Polresta Denpasar

Masa Berlaku Hanya 6 Bulan, Ini Syarat yang Harus Lengkapi Untuk Pembuatan SKCK

"Ini sudah ada 200 lebih yang daftar, tapi yang datang sebenarnya banyak, lebih dari 200. Tapi penanganannya ya kita layani dari 1 sampai 100, biar tidak membludak," terang Wayan Suadana.

"Kalau gak gitu kasian mereka, bisa menunggu sampai 200 lebih. Nanti mereka bingung. Tapi kita tanya dulu, berkas kita terima tapi mau gak besok diambil, karena kan yang antri banyak," lanjutnya.

Lebih lanjut Wayan Suadana katakan berkas yang sudah terkumpul masih akan diproses terlebih dahulu mengingat pemohon yang banyak saat ini.

Selanjutnya, anggota yang mengurus SKCK akan memberikan hasilnya pada besok harinya.

"Kalau mereka gak mau ya harus sabar nunggu di sini. Jadi pagi mereka ke sini, gak sampai 5 menit udah pulang," tambahnya.

Menurut Wayan Suadana salah satu penyebab antrian panjang karena beberapa masyarakat yang mengisi berkas lupa apa saja yang harus di tulis.

Pemohon yang sudah lengkap mengisi data dan sidik jari langsung menyerahkan ke anggota untuk selanjutnya diproses SKCK nya.

"Siapa cepat nulis dia yang kita urutkan, terus kita segerakan. Kalau kita nunggu yang lainnya kan lama lagi. Jadi kita buat penerapan itu," tutup Wayan Suadana.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved