Breaking News:

Wakil Sekum Pengurus Cabang PSSI Gianyar Keberatan Didakwa Korupsi

I Ketut Suasta (51) akhirnya didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (19/11).

TRIBUN BALI
KORUPSI - I Ketut Suasta (51) usai menjalani sidang perdana terkait dugaan korupsi penyimpangan dana Turnamen Bupati Cup 2016 Gianyar sebesar Rp 152 juta lebih di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (19/11). 

DENPASAR, TRIBUN BALI - I Ketut Suasta (51) akhirnya didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (19/11). Ia menjalani sidang perdananya sebagai terdakwa terkait dugaan korupsi penyimpangan dana Turnamen Bupati Cup 2016 Gianyar sebesar Rp 152 juta lebih.

Dalam surat dakwaan, terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Gianyar didakwa pasal korupsi.

Terhadap dakwaan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya mengajukan keberatan atau eksepsi. Dengan diajukannya keberatan, majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi memberikan waktu sepekan untuk pihak penasihat hukum terdakwa menyusun nota keberatan.

Sementara tim jaksa dalam surat dakwaan memasang dakwaan primair dan subsidair terhadap terdakwa. Dakwaan primair disebutkan bahwa terdakwa secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP," jelas Jaksa I Made Eddy Setiawan.

Sedangkan dakwaan subsidair, terdakwa diancam pidana Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Bahwa terdakwa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara," terang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar itu.

Pula di persidangan diungkap awal mula terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa. Awalnya PSSI Gianyar menyelenggarakan Turnamen Bupati Cup 2016. Untuk membiayai kegiatan turnamen itu, PSSI Gianyar mengajukan proposal yang dibuat oleh terdakwa dan ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Gianyar, Pande Made Purwantha. Jumlah kebutuhan dana sebesar Rp 600 juta yang dikirimkan melalui KONI Gianyar. (can)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved