Breaking News:

Dinas Lingkungan Hidup Bangli Bingung Cari Uang Jalankan Armada, Pegawai Sampai Urunan Beli BBM

Kekurangan anggaran disebabkan adanya penambahan armada pengangkut sampah, hingga pegelolaan sampah lainnya di TPA Bangli.

Tribun Bali/Fredey Mercury
Anak-anak menutup hidung saat melintasi tumpukan sampah di jalur Lettu Kanten, Bangli, Selasa (19/11/2019). Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Bangli kebingungan karena mendapat anggaran yang sedikit. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli hanya mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 1,7 miliar. Jumlah tersebut ternyata masih jauh dari kebutuhan.

Berdasarkan penghitungan, kekurangan anggaran seluruhnya mencapai Rp 5,3 miliar.

Kepala DLH Bangli, Ida Ayu Yudi Sutha mengatakan, kekurangan anggaran disebabkan adanya penambahan armada pengangkut sampah, hingga pegelolaan sampah lainnya di TPA Bangli.

“Dengan penambahan delapan unit armada baru, kami butuh anggaran Rp 1,5 miliar untuk BBM saja. Belum biaya petugas, biaya operasional alat berat, operasional mesin pemotong rumput, operasional skylift pemangkas pohon, dan sebagainya,” sebut Dayu Yudi, Selasa (19/11/2019).

Pada bulan Juni lalu, Pemprov Bali menghentikan bantuan biaya operasional untuk BBM di TPA Bangli.

Alasan penghentian bantuan disebabkan adanya rasionalisasi anggaran di provinsi.

Di samping itu disebabkan hanya Kabupaten Bangli yang memanfaatkan TPA seluas 4,8 hektare tersebut.

Sampah sempat membeludak lantaran pengelolaan sempat terhenti.

“Dari itu kita menuju kesana, ke TPA. Ternyata sampahnya sudah meluber sampai ke jalan dekat Desa Landih. Lantas apa yang bisa kami lakukan, akhirnya staf merelakan uangnya urunan untuk membeli BBM,” ungkapnya.

Kata Dayu Yudi, urunan pembelian BBM jenis bio solar ini dilakukan mulai dari Bulan Agustus.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved