Kisah Mangku Anom Si Penangkap Ular: Selamat dari Gigitan Kobra, 3 Ekor Mati di Bawah Kasur

Mangku Anom Winaya mengaku selamat dari gigitan ular kobra, tanpa pengobatan dan hanya menderita sakit selama tiga hari

Kisah Mangku Anom Si Penangkap Ular: Selamat dari Gigitan Kobra, 3 Ekor Mati di Bawah Kasur
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Mangku Anom Nur Winaya - Kisah Mangku Anom Si Penangkap Ular: Selamat dari Gigitan Kobra, 3 Ekor Mati di Bawah Kasur 

Kisah Mangku Anom Si Penangkap Ular: Selamat dari Gigitan Kobra, 3 Ekor Mati di Bawah Kasur

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Namanya Anom Nur Winaya, bertempat tinggal di Jalan Ratna, Gang 2 Tonja, Denpasar.

Pria yang akrab disapa Pak Mangku ini, mendedikasikan dirinya untuk membantu warga sekitar menangkap ular yang masuk ke rumah, kantor atau pemukiman warga.

Segala jenis ular mulai dari piton hingga kobra berhasil ia taklukkan dengan tangan kosong.

Bahkan ia bercerita, selamat dari gigitan ular kobra, tanpa pengobatan dan hanya menderita sakit selama tiga hari.

Kisah lainnya, menurut pengakuannya, setiap ular masuk kamarnya pasti ditemukan mati di bawah kasurnya.

Karena dedikasinya, pemangku Pura Pauman ini siap siaga selama 24 jam jika sewaktu-waktu dihubungi warga untuk mengevakuasi binatang reptil ini.

Menariknya, Mangku Anom juga tak mengharapkan imbalan apapun atas jasa yang diberikannya.

Ditemui di kediamannya, Anom mengaku memang memiliki kecintaan tersendiri terhadap binatang melata ini.

Saking sayangnya, ia sukarela datang ke lokasi penemuan ular tanpa memungut bayaran apapun, sejauh apapun tempatnya.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved