Tempuh Jalur Niskala, Hujan Diyakini Akan Turun Jika Krama Peserta Gebug Ende Sampai Berdarah

Sempat turun hujan dua hari setelah Gebug Ende di Bale Agung dan Merajan. Setelah itu hujan tidak turun lagi dan cuaca panas

Tempuh Jalur Niskala, Hujan Diyakini Akan Turun Jika Krama Peserta Gebug Ende Sampai Berdarah
Istimewa
Warga Seraya mengelar tradisi Gebug Ende di Bale Agung Desa Adat Seraya beberapa waktu lalu. Tradisi ini digelar untuk memohon agar hujan segera turun. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Krama Seraya, Kecamatan Karangasem kembali menggelar tradisi Gebug Ende. Tradisi ini digelar untuk memohon agar hujan segera turun. Hingga kemarin, hujan belum juga turun sehingga warga dilanda kekeringan dan tidak bisa bercocok tanam.

Kelian Adat Seraya, Made Salin mengatakan, tradisi ini rencananya akan dilaksanakan di beberapa tempat di Desa Seraya. Terutama di daerah yang tanahnya kering seperti Banjar Tanah Barak, Tukad Hitam, dan Banjar Ijo Gading.

"Sempat turun hujan dua hari setelah Gebug Ende di Bale Agung dan Merajan. Setelah itu hujan tidak turun lagi dan panas. Makanya kami menggelar Gebug Ende di beberapa daerah yang kesulitan memperoleh air," kata Salin, Rabu (20/11).

Warga Seraya kesulitan memperoleh air bersih tiap hari. Di Seraya Timur 70 persen penduduknya kesulitan air bersih. Sedangkan Seraya Tengah dan Barat hanya sebagian. Itu pun banjar yang lokasinya di atas bukit. Ia mengayakan, 80 persen warga Seraya bergantung pada air hujan.

"Untuk Gebug Ende yang sakral sudah dilakukan saat Usaba Kaja pada Purnama Kapat di Bale Agung Desa Adat Seraya, bulan lalu. Prosesi ini dilaksanakan tiga hari setelah Ida Bhatara masineb," ungkap Made Salin.

Para jero mangku lebih dahulu menghaturkan banten pejati di Pura Bale Agung sebelum Gebug Ende digelar. Usai magebug, peserta berpelukan sebagai bentuk sportivitas agar tak ada dendam.

"Biasanya hujan akan cepat turun jika ada pemain Gebug Ende sampai berdarah. Apalagi tradisi ini dilakukan dengan tulus ikhlas, bukan karena dendam. Tradisi ini untuk mohon kesejahteraan warga Seraya," ungkap Salin. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved