Anak Laki Satu-satunya Derita Gangguan Jiwa, Nyoman Gendri Pikul Beban Berat di Usia Senja

Gendri yang sudah renta tentu tidak bisa berbuat banyak, melihat kondisi putranya. Ia hanya berharap, putranya itu dapat sembuh

Anak Laki Satu-satunya Derita Gangguan Jiwa, Nyoman Gendri Pikul Beban Berat di Usia Senja
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Made Kasta dan rombongan menyambangi kediaman I Wayan Sentana (50), penderita gangguan jiwa di Dusun Sangging Yang Api, Desa Akah, Kamis (21/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Ni Nyoman Gendri (75), berjalan pelan menghampiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Tubuhnya tampak renta. Ia bergumam menyampaikan keluh keasah di hadapan Kasta. Di usia senjanya, Gendri masih memikul beban berat.

Satu-satunya anaknya yang laki, I Wayan Sentana (50), sejak remaja mengalami gangguan jiwa. Sementara anaknya yang lain semua perempuan dan telah menikah. Mereka kini tinggal dan hidup serba kekerungan.

Rombongan Wakil Bupati Klungkung menyambangi kediaman rumah mereka di Dusun Sangging Yang Api, Desa Akah, Klungkung, Kamis (21/11/2019). Mereka berdua tinggal di sebuah gubuk yang sudah tak layak huni.

"Sudah lama anak saya sakit (gangguan jiwa), sering kumat-kumatan," ujar Gendri di hadapan Made Kasta.

Sentana sebenarnya sudah mendapatkan pengobatan dan bahkan saat ini sedang dalam status rawat jalan. Dua tahun belakangan, sakitnya semakin menjadi-jadi. Sentana kerap linglung. Bahkan ia sering kabur saat petugas kesehatan datang ke rumahnya.

Gendri yang sudah renta tentu tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya berharap, putranya itu dapat sembuh dan bisa menjadi tulang punggung keluarga selayaknya pria lainnya. "Sebelum sakit, anak saya pelihara burung dara," ungkap Gendri.

Melihat keadaannya, sejumlah bantuan pun berdatangan. Dari bantuan yang terkumpul itu, aparat desa bersama petugas TNI dari Kodim 1610/Klungkung bersama-sama membuat jamban bagi keluarga Sentana.

Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengatakan, pemerintah akan mengupayakan bantuan bedah rumah untuk keluarga Sentana. Ia mengucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah membantu dengan menyisihkan sebagian penghasilannya.

Kasta menugaskan perangkat desa untuk melakukan pendatatan langsung kerumah warga yang memang benar-benar kurang mampu. Sehingga jangan sampai ada masyarakat yang kurang mampu tidak mendapatkan bantuan. “Untuk semua data yang masuk jangan sampai tidak valid. Bantuan rehab dan bedah rumah sudah harus kita tuntaskan pada tahun 2020," ujar Wabup Kasta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved