Warga Tuntut Gubernur Selesaikan Kasus Sengketa Tanah Selasih

Kejelasan konflik sengketa tanah yang mendera warga Dusun Selasih, Kecamatan Payangan, Gianyar masih menggantung.

Warga Tuntut Gubernur Selesaikan Kasus Sengketa Tanah Selasih
Tim Kuasa Hukum Serikat Petani Selasih
Warga tetap bertahan di Sekretariat Serikat Petani Selasih menolak keberadaan dua unit alat berat yang terparkir di areal Pura Pucak Sari, Kamis (21/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejelasan konflik sengketa tanah yang mendera warga Dusun Selasih, Kecamatan Payangan, Gianyar masih menggantung.

Hingga Kamis (21/11/2019), dua unit alat berat di areal Pura Pucak Sari, jalan depan menuju lahan pertanian warga masih tetap bercokol di tempat.

Warga yang merasa terteror tetap bertahan dan berjaga menolak masuknya alat berat yang diduga akan mengeksekusi lahan pertanian yang mereka kelola selama 30 tahun lebih.

Kuasa Hukum Serikat Petani Selasih dari Konsorsium Pembaharuan Agraria Agus Samijaya mengatakan pada prinsipnya warga berharap agar sengketa atau konflik agraria ini segera dimediasi oleh Pemda.

Terlebih, Presiden Jokowi melalui Perpres No 26/2018 tentang Reformasi Agraria (RA) secara jelas menginstruksikan gubernur sebagai Ketua Satuan Gugus RA wajib menyelesaikan kasus agraria diwilayahnya.

''Bukan soal ganti rugi, mereka menuntut lahan itu diberikan kepada warga untuk mereka kelola sesuai Reformasi Agraria,'' ungkapnya dikonfirmasi.

Barong Mata Tiga Dipercaya Penguasa Kekuatan Niskala Bangli Selatan

Ambil Tema Imechenshiyou, Ini Berbagai Keseruan yang Bisa Ditemui di Bunkasai Ke-13

Ini Permintaan Terakhir Bripda Gede Yudha pada Sang Pacar, Mungkinkah Sebuah Kebetulan?

Terkait status kepemilikan tanah sendiri dulunya merupakan milik Puri Kayangan sejak zaman kerajaan dan diberikan kepada warga untuk dimanfaatkan bercocok tanam.

Hal itu berlangsung turun-temurun hingga kini. Hingga saat ini, ada sekitar 50 persen tanah di sana menjadi milik pribadi dan sisanya milik puri dan lahan pura.

Hingga kemudian pada sekitar 1994, ada kabar bahwa tanah ini sudah dijual ke pihak lain dan akan dibangun lapangan golf.

Namun, di tengah jalan ada ditemui dugaan manipulasi dalam administrasi seperti soal pengalihan hak dan sebagainya.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved