Punya 146 Ribu Kamar Hotel, Peak Season Terisi 60 %, Astawa: Bali Tetap Berbasis Pariwisata Budaya

Astawa menambahkan branding Pariwisata Bali adalah tetap pariwisata budaya, namun seringkali mindset masyarakat salah atas branding ini.

Punya 146 Ribu Kamar Hotel, Peak Season Terisi 60 %, Astawa: Bali Tetap Berbasis Pariwisata Budaya
TRIBUN BALI/ WEMA SATYADINATA
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pariwisata Bali telah berjalan lebih dari 50 tahun.

Dalam perjalanannya banyak permasalahan yang dialami Bali Hingga sekarang pun masalah-masalah itu masih tetap ada dan belum teratasi.

Misalnya saja soal sampah dan kemacetan, namun hingga kini belum tuntas. 

Selain itu, permasalahan lainnya adalah terjadinya kelebihan (oversupply) kamar di Bali. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa membenarkan adanya oversupply kamar itu.

Saat ini Bali memiliki 146 ribu kamar hotel.

Sedangkan dalam keadaan peak season (musim ramai) yang terisi hanya 60 persen kamar. 

Radio Academy Terlaksana untuk Kedua Kalinya, Bahas Penguatan Industri Radio di Bali

Ramalan Zodiak Cinta Jumat 22 November 2019: Virgo Serius ke Jenjang Berikutnya, Cancer Cemburu

“Artinya masih ada idle sekitar 30 sampai 40 persen. Apalagi saat low season. Ini akan menyebabkan banting-bantingan harga, semua berlomba-lomba memberi yang termurah sehingga berimplikasi pada kualitas pariwisata kita,” kata Astawa saat rapat bersama ASITA dan DPRD Bali, Kamis (22/11/2019).

Apalagi ditambah persaingan pariwisata dunia semakin ketat, semua negara sedang berlomba-lomba mencari devisa melalui sektor pariwisata.

Misalnya, kata dia, semua negara kini ingin menarik turis dari Tiongkok karena 150 juta warga Tiongkok yang outbound untuk berwisata.

“Jadi peluangnya besar. Oleh karena itu apa yang dilakukan tujuannya untuk memperbaiki kualitas pariwisata Bali,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved