Menpora RI Kritik Permohonan Maaf Syed Saddiq di Twitter Soal Penganiayaan Suporter Indonesia

Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengkritik permohonan maaf Menpora Malaysia, Syed Saddiq

Menpora RI Kritik Permohonan Maaf Syed Saddiq di Twitter Soal Penganiayaan Suporter Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
(ilustrasi. foto tidak terkait berita) Suporter Tim Nasional Indonesia U22 hadir pada pertandingan persahabatan antara Indonesia U22 vs Myanmar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Menpora RI Kritik Permohonan Maaf Syed Saddiq di Twitter Soal Penganiayaan Suporter Indonesia 

Menpora RI Kritik Permohonan Maaf Syed Saddiq di Twitter Soal Penganiayaan Suporter Indonesia

TRIBUN-BALI.COM - Menpora RI Kritik Permohonan Maaf Syed Saddiq di Twitter Soal Penganiayaan Suporter Indonesia

Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengkritik permohonan maaf Menpora Malaysia, Syed Saddiq.

Zainudin Amali mengapresiasi langkah Syed Saddiq yang memohon maaf lewat media sosial terkait kejadian penganiayaan suporter Indonesia di Malaysia.

Namun, Menpora RI belum mendapat surat resmi dari kementerian Malaysia soal permohonan maaf tersebut.

Oleh karenanya, Zainudin Amali mengatakan bahwa ucapan maaf di Twitter saja tidak cukup.

"Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia," kata Zainudin Amali dikutip dari laman Antaranews.

Polisi Obok-obok Dua Kafe di Baluk, Sejumlah Oknum ASN Jembrana Terjaring

3 Zodiak Mandiri yang Gak Suka Bergantung pada Orang Lain, Benar-benar Melakukan Semua Sendirian!

Seperti diketahui, beberapa kali Syed Saddiq mendapat sorotan soal insiden kurang mengenakkan di dunia sepak bola antara Indonesia dengan Malaysia.

Awalnya, Menteri Belia dan Sukan Malaysia itu menganggap penganiayaan suporter sebagai kabar bohong atau hoax. Beberapa hari kemudian, Syed Saddiq meralatnya dan memohon maaf atas kejadian tersebut.

Kemenpora juga sudah bertindak cepat dengan melayangkan surat resmi untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Selain itu, menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia pada umumnya.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved