1 dari 3 Anak Indonesia Gagal Tumbuh, Selain Gizi, Pola Asuh Termasuk Penyebabnya

"Satu dari 3 anak di bawah 5 tahun (balita) mengalami stunting/gagal tumbuh karena kurang protein atau kurang gizi..."

1 dari 3 Anak Indonesia Gagal Tumbuh, Selain Gizi, Pola Asuh Termasuk Penyebabnya
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Stunting disebabkan oleh masalah asupan gizi, pola asuh dan penyakit infeksi saat kehamilan dan masa anak-anak.

"Satu dari 3 anak di bawah 5 tahun (balita) mengalami stunting/gagal tumbuh karena kurang protein atau kurang gizi..."

Dalam rangka merayakan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) yang ke–111 dan HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ke –69, IDI bekerja sama dengan KlikDokter menggelar kampanye mencegah stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) otak sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak.

Dalam jangka panjang, stunting berdampak negatif untuk kecerdasan anak dan juga meningkatkan risiko anak untuk terkena penyakit tidak menular.

Pakar Hukum Tata Negara Nilai Pekerjaan Stafsus Hanya Beri Opini dan Pendapat Saja

Inilah Pilihan Spaso saat Lawan Persib Bandung, Teco Tawarkan Diri Asuh Sang Anak

Ashanty Pernah Sakit Meningitis dan Terjatuh Saat Salat Sebelum Menderita Autoimun

Ketua Umum PB IDI Dr Daeng M Faqih mengatakan, stunting masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Indonesia.

"Prevalensi stunting di Indonesia selama 10 tahun terakhir masih tinggi. Angkanya mencapai 36,4 persen. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan di bawah 20 persen, " kata Daeng dalam acara puncak HBDI ke-111 dan HUT ke-69 IDI di area Parkir Selatan pintu 5, GBK Senayan, Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Menurut Daeng, WHO menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada tahun 2017 (36,4 persen).

Jika tidak diatasi maka 1/3 anak-anak Indonesia akan menjadi beban bagi bangsa di masa yang akan datang.

"Untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan tuntutan WHO, perlu usaha maksimal; tidak bisa hanya pemerintah, dokter atau IDI sendiri," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved