Aboetd Si Loeloek Raider Kecelakaan Saat Keliling di Singapadu, Tulang Iganya Patah
Istri Aboetd, Anak Agung Jurmaheni mengatakan, dirinya tidak tahu secara pasti kronologis kecelakaan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Peristiwa nahas dialami I Kadek Rudiantara alias Aboetd, saat mengibur warga di kawasan Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali, Minggu (24/11/2019) sore.
Saat ia berkeliling mengendarai Aboetor (motor unik andalannya) lengkap dengan helm celuluknya, ia mengalami kecelakaan tunggal, hingga menyebabkan dirinya mengalami patah pada tulang iga.
Saat ini, Aboetd tengah dirawat intensif di RSU Ganesha, Sukawati, dan akan menjalani operasi, Senin (25/11/2019) pukul 17.30 Wita.
Istri Aboetd, Anak Agung Jurmaheni mengatakan, dirinya tidak tahu secara pasti kronologis kecelakaan.
Namun manurut keterangan orang yang membantu suaminya, katanya suaminya mengalami kecelakaan tunggal, di barat Bali Zoo.
Saat itu, Aboetd diduga menabrak gundukan pasir.
“Kata yang nulungin (bantu), dia kecelakaan tunggal. Di barat Bali Zoo, nabrak pasir,” ujarnya.
Informasi lain menyebutkan, Aboetd mengalami kecelakaan lantaran ornamen di bagian depan motornya lepas, lalu kendaraannya tidak bisa dikontrol.
Terlepas dari apapun penyebabnya, saat ini Aboetd tengah dirawat intensif dengan luka yang relatif parah.
“Patah tulang iga. Nanti operasi jam 17.50 sore,” ujar Jurmaheni dengan nada sedih, saat dikonfirmasi via telepon.
Aboetd merupakan seniman yang terkenal dengan keseniannya yang nyeleneh.
Sebelumnya ia merupakan seniman lukis tanda tangan yang telah mengantongi piagram MURI.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai mengubah penampilannya secara ekstrem, khususnya penampilan saat berkendara.
Sepeda motor dimodifikasi secara ektrem, berisikan topeng, bulu, dan piranti lainya.
Motor yang dinamainya Aboetor tersebut telah mengantongi 11 trofi kontes modifikasi.
Selain itu, Aboetd juga mengenakan helm dengan ornamen topeng celuluk yang dinamainya Loeloek Raider.
Hampir setiap hari sebelum laka lantas itu, Tribun Bali dikirimi update-tan aktivitasnya via WhatsAPP (WA).
Terkadang ia berada di kawasan Ubud, menari-nari di jalanan memakai helm celuluk bersama wisatawan.
Terkadang, ia menggelar pameran lukisan di tempat keramaian dengan hanya berbekal tongsis (tongkat narsis).
Lukisan diikat pada tongsis, lalu ia berkeliling dikeramaian menunjukkan lukisannya itu sembari memakai helm celukuk.
Aboetd belum lama ini mengtatakan, semua itu dilakukan semata-mata hanya ingin memberikan hiburan pada masyarakat.
“Saya seniman gila yang sadar akan dirinya gila. Selama ini tidak ada yang risih dengan aksi saya, semuanya merasa terhibur, dari orang tua sampai anak-anak selalu tertawa ketika melihat saya, itulah yang saya inginkan, menghibur masyarakat,” ujar Aboetd belum lama ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aboetd.jpg)