Anggota Dewan Baru Klungkung Mengaku Dituding Tak Becus Kawal Dana Hibah

Sebanyak 12 anggota dewan pendatang baru (new comer), dipastikan tidak kebagian jatah hibah pada APBD tahun 2020.

Anggota Dewan Baru Klungkung Mengaku Dituding Tak Becus Kawal Dana Hibah
TRIBUN BALI
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Klungkung I Wayan Wasta. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Sebanyak 12 anggota dewan pendatang baru (new comer), dipastikan tidak kebagian jatah hibah pada APBD tahun 2020. Hal ini dikarenakan Peraturan Bupati soal hibah yang menyatakan permohonan dari kelompok masyarakat harus sudah mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait paling lambat April 2019.

Sementara anggota dewan baru tersebut dilantik pada Agustus 2019 sehingga  mereka tidak dapat memfasilitasi permohonan bantuan hibah kelompok masyarakat pada APBD 2020. Anggota DPRD Klungkung baru dari Fraksi Gerindra, I Wayan Suarta, menyatakan dirinya sangat berharap mendapatkan jatah hibah untuk kepentingan masyarakat.

Suarta mengaku memiliki beban moral. Bahkan dituding tidak becus dalam mengawal hibah yang dimohonkan masyarakat.

"Tidak semua masyarakat kan mengerti aturan hibah. Saya sampaikan juga akan memperjuangkan usulan masyarakat itu di anggaran perubahan 2020," keluh Suarta.

Menurutnya, baik anggota DPRD baru maupun patahana, memiliki hak yang sama dalam memperjuangkan usulan hibah masyarakat. "Saya juga memperjuangkan kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gde Agung. Ia mengatakan sempat diajak bicara oleh eksekutif perihal hibah APBD 2020. Saat itu pula disampaikan bahwa anggota dewan pendatang baru belum mendapatkan jatah hibah.

"Ada kesepakatan secara informal hibah diutamakan untuk teman-teman petahana yang proposalnya tercecer. Karena ada yang tercecer sejak tahun 2017. Saya sih tidak terlalu nuntut. Kami yang pendatang baru, baru bisa bicara hibah pada APBD 2021,” tandas Tjokorda Gde Agung.

Sekretaris DPD Golkar Klungkung tersebut mengaku mengikhlaskan jatah hibah hanya diterima petahana. Namun ia juga merasa memiliki beban moral untuk mengawal usulan hibah konstituennya.

"Masyarakat banyak yang mempertanyakan hibah kepada saya. Mereka mengira saya tidak bisa berbuat untuk masyarakat. Apalagi saya duduk di unsur Pimpinan DPRD Klungkung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Klungkung, I Wayan Wasta mengungkapkan proposal dana hibah tahun 2020 yang masuk mencapai 227 proposal dengan nilai mencapai Rp 116,94 miliar. Setelah dilakukan tahap verifikasi, termasuk melihat keuangan daerah, akhirnya dana hibah dirancang Rp 29,753 miliar dengan 133 proposal.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved