Gubernur Koster Umumkan Anggaran Desa Adat di Samuantiga, Insentif Bendesa Rp 1,5 Juta Per Bulan

Koster juga memberikan rincian terkait penggunaan dana desa adat tersebut, salah satunya untuk insentif bendesa adat sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

Gubernur Koster Umumkan Anggaran Desa Adat di Samuantiga, Insentif Bendesa Rp 1,5 Juta Per Bulan
Tribun Bali/Eri Gunarta
PESAMUHAN AGUNG - Gubernur Bali, I Wayan Koster, foto bersama sejumlah kepala daerah dan Majelis Desa Adat pada acara Pesamuhan Agung Desa Adat di Wantilan Pura Samuantiga, Blahbatuh, Gianyar, Senin (25/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengumumkan alokasi anggaran desa adat tahun 2020 sebesar Rp 300 juta di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Senin (25/11/2019).

Koster juga memberikan rincian terkait penggunaan dana desa adat tersebut, salah satunya untuk insentif bendesa adat sebesar Rp 1,5 juta per bulan. 

Dalam APBD Bali tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 447,9 miliar untuk 1.493 desa adat di Bali.

Dengan demikian, setiap desa adat mendapatkan dana Rp 300 juta.

Penggunaan dana desa adat ini diatur dalam petunjuk teknis, terdiri dari biaya rutin maksimum sebesar Rp 80 juta.

Biaya rutin yang dimaksudkan Koster adalah insentif untuk bendesa adat sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 18 juta per tahun.

Kemudian insentif untuk prajuru adat.

Namun untuk nomina per bulannya untuk masing-masing prajuru ini, Koster meminta supaya ditetapkan secara musyawarah.

Yang pasti, pihaknya mematok anggaran untuk insentif ini Rp 45 juta per tahun.

“Sementara itu, Rp 17 juta per tahun harus dialokasikan untuk biaya operasional desa adat,” kata Koster, dalam acara Pesamuhan Agung Desa Adat Miwah Desa Sajebag Jagat Bali itu.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved