Ni Luh Tidak Beruntung Karena Sakit Tumor, Namun Beruntung Karena JKN-KIS Menjadi Solusi Biaya

Kartu JKN-KIS tersebut menjadi pahlawan keberuntungan bagi Ni Luh karena semua biaya pengobatannya dijamin tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Ni Luh Tidak Beruntung Karena Sakit Tumor, Namun Beruntung Karena JKN-KIS Menjadi Solusi Biaya
BPJS Kesehatan
Ni Luh Widiantari. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Manusia tidak pernah tahu kapan sakit akan hadir sebagai sebuah cobaan baik jasmani maupun rohani.

Jasmani dalam hal ini adalah fisik yang tentunya akan terganggu ketika sakit, sedangkan rohani tentunya jiwa atau pikiran karena memikirkan pembiayaan yang harus dikeluarkan.

Oleh sebab itu, mempersiapkan diri dari awal memang sangat diperlukan yaitu dengan menjaga tubuh tetap sehat dan jikapun sakit bagaimana solusi agar tidak pusing memikirkan biaya.

Kalimat tersebut adalah penggalan pengalaman yang disampaikan, Ni luh Widiantari (29).

Perempuan yang berasal dari Br. Teruna, Desa Siangan, Kabupaten Gianyar ini pernah merasakan kondisi kurang beruntung sekaligus beruntung, kurang beruntung ketika ternyata ia harus dioperasi karena tumor jinak, namun beruntung karena tidak ada biaya yang dikeluarkan sepeserpun hingga ia kembali sehat.

“Tumor yang saya anggap benjolan biasa pada payudara saya ternyata menurut dokter harus segera diangkat sebelum menjadi ganas, hal itu saja sudah membuat saya sangat takut karena tahu betapa mengerikannya kanker payudara, selain itu saya dan keluarga juga bingung terkait biaya yang harus saya keluarkan untuk operasi saat itu, beruntung saya punya kartu JKN-KIS yang saya dapat dari kantor tempat bekerja,” ungkap Ni Luh.

Kartu JKN-KIS tersebut menjadi pahlawan keberuntungan bagi Ni Luh karena semua biaya pengobatannya dijamin tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Dari awal ia dirawat dan dioperasi di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Gianyar hingga ia sembuh tidak ada kendala apapun yang ia alami, semuanya lancar dan sangat mudah untuk dijalankan.

“Saya dan suami sempat meminta informasi kepada petugas BPJS Kesehatan mengenai prosedur yang harus saya jalani untuk melakukan operasi tersebut. Ternyata prosedurnya tidak sulit, setelah saya ikuti prosedur tersebut maka tidak ada kendala yang saya alami,” cerita Ni Luh.

Menurutnya dokter dan perawat yang menanganinya mulai dari puskesmas tempat ia terdaftar hingga rumah sakit yang menangani semuanya memang memberikan rekomendasi yang baik menggunakan KIS yang merupakan kartu dari program JKN-KIS.

Pelayanan yang ia perolehpun sangat nyaman. Rencana untuk berikutnya ia tetap disarankan kontrol untuk memantau apakah benjolan tumor tersebut sudah benar-benar pulih hingga tidak ada bibit tumor lagi.

“Saya disarankan untuk tetap melakukan kontrol rutin untuk memantau kemungkinan benjolan tersebut masih ada, namun hingga saat ini syukur tidak ada tanda-tanda benjolan lagi. Dokter menjamin kepada saya jikapun masih ada maka akan dilakukan langkah cepat untuk mengangkatnya,” lanjut Ni Luh.

Kalimat yang ia sampaikan terakhir tersebut disampaikannya dengan mantap tanpa ragu-ragu tidak seperti awal ia akan dioperasi, ia sendiri tidak memungkiri bahwa ia merasa tenang semasih ada JKN-KIS yang selalu memberi jaminan bahwa tidak ada biaya yang perlu ia takutkan ketika harus berobat, yang penting mengikuti prosedur yang berlaku. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved