Serba Serbi

Tilem Kalima Bersamaan dengan Anggara Kasih Dukut, Lakukan Pemujaan pada Siwa & Ludra, Apa Maknanya?

Selasa (26/11/2019) dirayakan dua hari raya sekaligus yakni Tilem Kalima dan Anggara Kasih Dukut.

Tilem Kalima Bersamaan dengan Anggara Kasih Dukut, Lakukan Pemujaan pada Siwa & Ludra, Apa Maknanya?
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi persembahyangan. Tilem Pemujaan Kepada Siwa, Lakukan Yoga Saat Malam Hari 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Selasa (26/11/2019) dirayakan dua hari raya sekaligus yakni Tilem Kalima dan Anggara Kasih Dukut.

Tilem merupakan perayaan bulan gelap sedangkan Anggara Kasih Dukut dirayakan setiap Selasa Kliwon wuku Dukut.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, pemujaan kepada gelap atau Tilem ditujukan kepada Dewa Siwa.

Ia mengatakan, dalam Jnyana Sidantha disebutkan di dalam matahari ada suci, di dalam suci ada siwa, di dalam siwa ada gelap yang paling gelap.

Hal itulah yang menyebabkan tilem mendapatkan pemuliaan.

Guna mengatakan di daerah Bangli ada Pura Penileman, dimana setiap Tilem dilakukan pemujaan di sana.

"Di Pura Penileman dilakukan pemujaan kepada Siwa, karena ada warga masyarakat yang nunas (meminta) pengidep pati atau sarining taksu jelas sudah Siwa. Bukti arkeologis ada arca Dewa Gana yang merupakan putra Siwa,” katanya.

Sehingga dalam konteks kebudayaan di Bali yang dimuliakan bukan bulan terang saja atau Purnama, tapi gelap yang paling gelap juga dimuliakan.

Sementara itu, dalam buku Sekarura karya IBM Dharma Palguna halaman 9 dikatakan, kepada kita para Guru Kehidupan (dan Guru Kematian) mengajarkan agar menghormati gelap, tidak kurang dari hormat pada terang.

Hormat pada gelapnya bulan mati (Tilem) tidak kurang dari hormat kita pada terang bulan purnama.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved