Breaking News:

Upaya Penyelundupan 500 Karung Pakaian Bekas di Perairan Sumbawa Berhasil Digagalkan 

Pada pukul 14.50 WITA, bersama personel Pomdam, tim berhasil melakukan penindakan terhadap kapal tersebut sebelum memasuki perairan Labuan Burung,

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Humas Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT.
Upaya penyelundupan 500 karung pakaian bekas di Perairan Sumbawa berhasil digagalkan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

 

 

TRIBUN-BALI.COM, NTB – Pada tanggal 20 November 2019, tim dari Kanwil Bea Cukai Bali Nusra, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC, Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel, KPPBC Tipe Madya Pabean C Sumbawa dan POMDAM Sumbawa berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pakaian Bekas ke Indonesia yang diduga berasal dari Timor Leste di perairan Pulau Keramat, Kecamatan Utan, Sumbawa.

 
“Ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai dan TNI dengan melakukan penindakan terhadap Kapal KLM. RAHMAT ILLAHI yang diduga mengangkut pakaian bekas dari Timor Leste tanpa menyerahkan pemberitahuan Pabean,” ungkap Sulaiman, selaku Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Bea Cukai Bali Nusra, Selasa (26/11/2019).

Sulaiman yang juga Plh. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusra menjelaskan kronologi penindakan Kapal KLM. RAHMAT ILLAHI di perairan Pulau Keramat, Kecamatan Utan, Sumbawa. 

Inilah Bocoran Lokasi Pernikahan Richard Kevin dan Cut Tari 12 Desember 2019

Jadi Area Terlarang, Berikut 5 Fakta tentang Area 51 di Nevada

Gagalkan Upaya Penyelundupan, Personel Avsec Bandara Ngurah Rai Terima Penghargaan dari BKIPM

“Semua berawal dari informasi intelijen Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali Nusra bahwa adanya kapal yang diduga bermuatan pakaian bekas dari Timor Leste menuju Pelabuhan Burung, Sumbawa,” tambahnya.

Informasi ini segera ditindaklanjuti dengan melakukan pelacakan dan penindakan terhadap target.

Pada pukul 14.50 WITA, bersama personel Pomdam, tim berhasil melakukan penindakan terhadap kapal tersebut sebelum memasuki perairan Labuan Burung, tepatnya perairan Pulau Keramat, Sumbawa.

Dari hasil pemeriksaan, kedapatan kapal KLM. RAHMAT ILLAHI membawa muatan 500 karung pakaian bekas dari Timor Leste tujuan pelabuhan Burung, Sumbawa.

 
Dari penindakan ini sebagai barang bukti adalah kapal KLM. RAHMAT ILLAHI dan pakaian bekas sebanyak 500 karung, sebagai tersangka yaitu Nahkoda kapal berinisial MT, WNI.

Anggarkan Rp 29,2 Miliar Untuk Pilkada 2020, KPU Badung Targetkan Partisipasi Pemilih 85 Persen

Mantan Pelatih Sebut Bali United Pasti Juara Jika kunci 2 Kemenangan di Home

Bagikan DIPA 2020, Bupati Artha Minta Segera Genjot Proyek

 
Selanjutnya atas sarana pengangkut dan muatannya dibawa ke pelabuhan Badas, Sumbawa, terhadap tersangka dititipkan di Lapas Kelas II Sumbawa.

Atas penindakan ini pelaku dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 milyar.

Sampai saat ini, Bea Cukai Bali Nusra telah berhasil mengungkap 5 kasus upaya penyelundupan pakaian bekas ke wilayah Republik Indonesia.

Tukad Badung Memerah Karena Limbah Usaha Sablon, Dewan Sebut Pemerintah Tak Tegas Cabut Izinnya

5 Fakta Air Tukad Badung Berwarna Merah Darah Sepanjang 500 Meter

“Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini selalu menjadi titik masuknya pakaian bekas ke Indonesia, hal ini dikarenakan di Timor Leste merupakan tempat penghubung masuknya pakaian bekas asal Cina dan Singapura. Dan juga di sana tidak ada larangan untuk mengimpor limbah ke negaranya.” tutur Sulaiman. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved