Dilarang Buang Sampah ke TPA Suwung, Badung Pastikan Bangun TPA Besar di Canggu

Hanya saja, pemerintah setempat mengaku belum mensosialiasikan ke masyarkaat, termasuk kepada unsur subak setempat.

Dilarang Buang Sampah ke TPA Suwung, Badung Pastikan Bangun TPA Besar di Canggu
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Tumpukan sampah di TPA Suwung 

“Kami menamakan bukan TPA lagi tapi Badung Recyle Park (BRP). Jadi, nanti kawasan tersebut merupakan kawasan terpadu, ada pos pemadam kebakaran, kantor UPT Pengelolaan Sampah Kecamatan Kuta Utara, serta juga ada tamannya. Intinya kami menginginkan bagaimana pengelolaan sampah itu ramah lingkungan,” tegasnya.

Pihaknya pun mengklaim sudah memproses segala sesuatunya. Termasuk berkoordinasi dengan pihak Provinsi Bali selaku pemilik tanah.

“Sesuai rencana kami akan mulai bangun BRP itu pada tahun 2020. Sebab, tahun 2021 nanti Badung sudah mandiri sampah,” ungkap Merthawan sembari memastikan tidak ada penumpukan sampah seperti TPA pada umumnya, mengingat sampah yang masuk langsung diolah.

Polemik Aksara Bali Makin Bergulir, dari Atas Nama Nasionalisme hingga Kesucian Aksara

Karena akan kita bangun TPA di Canggu, Lanjut Eka Merthawan maka Desa Canggu tidak mendapatkan alokasi dana Rp 2,5 miliar tersebut.

Namun untuk TPS 3R di Desa atau Kelurahan akan menggunakan sistim non incenerator zero waste, dengan output kompos.

“Anggaran yang diberikan termasuk untuk pengadaan lahan, peralatan atau mesin. Untuk di desa, meski anggarannya melalui APBDes kita yang akan mengarahkan, mengawasi dan memberikan SOP yang sama. Sehingga TPS yang terbangun nanti sesuai dengan kebutuhan serta dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” akunya.

Kepala Desa Canggu, I Nengah Lana saat dikonfirmasi sudah mengetahui hal tersebut. Ia pun mengakui  sosialisasi awal pembangunan TPA di Canggu sudah disampaikan kepada Bendesa Adat, Kelian Dinas dan lainnya.

Hanya saja, pihaknya mengaku belum disosialiasikan kepada masyarkaat, termasuk dari unsur subak setempat. 

“Kalau bersama adat sudah.  Tapi sosialisasi dengan warga belum dilakukan sosialisasi. Nanti sosialisasi bisa langsung disampiakan oleh Bapak Bupati mau pun pihak DLHK Badung untuk lebih detailnya, ” ungkapnya.

Ia mengakui, Badung memang sama sekali belum memiliki TPA.  Secara umum, ia mengklaim bahwa masyarakat sudah mendukung namun tinggal dilakukan sosialisasinya.

“Pada umumya masyarkaat mendukung, itu (lahan) satu-satunya kalau tidak itu kita pakai, ya kita tidak punya tempat (TPA),” pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved