Kurir Sabu Ini Tak Keberatan Dihukum 12 Tahun, Upah Rp 550 Ribu untuk Berobat Sang Ibu

sekali mengedarkan narkoba, pelaku mendapatkan upah beragam, dri Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Setelah terkumpul pelaku mengaku mengirimkan ke ibunya

Kurir Sabu Ini Tak Keberatan Dihukum 12 Tahun, Upah Rp 550 Ribu untuk Berobat Sang Ibu
tribun bali/ i putu candra
Abdul Malik Kondola (27) diputus bersalah oleh hakim Pengdilan Negeri (PN) Denpasar karena menjadi kurir narkoba, Rabu (27/11/2019). 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Seorang kurir narkotik jenis sabu dan ekstasi bernama Abdul Malik Kondola (27) diputus bersalah oleh hakim Pengdilan Negeri (PN) Denpasar karena menjadi kurir narkoba.

Dalam persidangan, Malik mengaku mendapatkan upah untuk sekali edar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, upah ini ia kirimkan ke ibunya di kampung halaman yang sedang sakit. 

Di muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (27/11/2019), Abdul Malik hanya bisa diam tertunduk merenungi nasibnya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampingi. 

Terhadap putusan itu, terdakwa melalui tim penasihat hukum terdakwa menyatakan menerima, dia tidak keberatan dengan hukuman itu. 

"Setelah berkonsultasi dengan terdakwa, kami selaku penasihat hukum menerima, Yang Mulia," ucap Fitra Octora selaku anggota penasihat hukum kepada majelis hakim. 

Dua Pria Pembawa 3 Kg Sabu ke Bali Asal India Terancam Pidana Hukuman Mati

Pemkab Klungkung Lelang Motor Dinas, Harga Mulai Rp 800 Ribu, Ini Cara Ikut Lelang

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jaksa Ni Made Suasti Ariani menanggapi putusan majelis hakim.

Putusan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada lebih ringan tiga tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Made Suasti menuntut Abdul dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 2 miliar subsidair enam bulan penjara.

Kendati putusan lebih ringan, majelis hakim dalam amar putusan sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa.

Oleh karena itu, terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, yakni menjadi perantara jual beli narkotik golongan I, berupa 29 butir tablet ekstasi dan sabu sebanyak 1,38 gram netto. 

Abdul Malik dinilai melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved