Warga Banyuning Pasang Spanduk, Tolak Tempat Prostitusi Berkedok Penginapan dan Kafe di Wilayahnya

Spanduk itu bertuliskan 'warga Desa Banyuning menolak keras daerah kami dipakai tempat prostitusi dengan kedok penginapan dan kafe'.

Warga Banyuning Pasang Spanduk, Tolak Tempat Prostitusi Berkedok Penginapan dan Kafe di Wilayahnya
TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI
Warga memasang spanduk berisi peringatan penutupan penginapan dan kafe di ujung Selatan Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Surat imbauan penutupan sementara penginapan maupun kafe di Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Buleleng yang diterbitkan oleh Camat Buleleng, disambut baik oleh warga.

Surat itu juga sudah disebarkan petugas Kelurahan Banyuning ke seluruh pemilik usaha di kawasan itu, Selasa (26/11/2019).

Lurah Banyuning, Nyoman Sutata mengatakan, penutupan ini dilakukan hingga Camat Buleleng bersama Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Buleleng serta Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng selesai melakukan pencocokan data terhadap jumlah penginapan dan kafe yang belum mengantongi izin.

Sutata menyebutkan, saat surat diedarkan, seluruh pemilik usaha menerima dengan baik imbauan yang diberikan oleh Camat Buleleng tersebut.

"Ya kata para pemilik usaha ini sudah menjadi keputusan pemerintah dan warga, mereka mau menerima dan menutup usahanya," jelas Sutata.

Oknum Perbekel Kepergok Ngamar Oleh Warga dan Pecalang yang Sidak di Pulau Obi

Diberitakan sebelumnya, Camat Buleleng bersama instansi terkait mengelurkan surat imbauan penghentian sementara usaha penginapan dan kafe di sepanjang Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (25/11/2019).

Surat ini diterbitkan setelah ada aksi demo warga Kelurahan Banyuning yang geram, lantaran banyak penginapan di wilayah tersebut dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Setelah surat diedarkan, petugas di kelurahan bersama warga melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh penginapan dan kafe di sepanjang Jalan Pulau Obi benar-benar ditutup.

Diduga sebagai Tempat Berselingkuh Banyak Penginapan & Kafe di Pulau Obi Buleleng Belum Berizin

Warga juga telah memasang spanduk berukuran sekitar 1x3 meter di pintu selatan Jalan Pulau Obi.

Spanduk itu bertuliskan 'warga Desa Banyuning menolak keras daerah kami dipakai tempat prostitusi dengan kedok penginapan dan kafe'.

"Spanduk itu dipasang warga sejak Senin (25/11) sore. Kami bersama warga akan terus melakukan pemantauan. Jadi kami harap seluruh pemilik usaha benar-benar menutup total penginapan dan kafenya. Walapun misalnya pengunjung yang datang itu suami istri, tetap tidak diperbolehkan sementara waktu," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved