Akademisi Harap Ada Kesinambungan Produk Pertanian, Unud Gelar Seminar Pengembangan Agribisnis 2019

Hubungan antara sektor pariwisata dan pertanian barangkali tidak perlu diutak-atik lagi, sudah jelas sebenarnya ke2 sektor tersebut saling membutuhkan

Akademisi Harap Ada Kesinambungan Produk Pertanian, Unud Gelar Seminar Pengembangan Agribisnis 2019
TRIBUN BALI/ WEMA SATYADINATA
Suasana seminar nasional dengan topik ‘Produk Pertanian Bali menapak Pasar Modern dan Pariwisata’ di Gedung Pasca Sarjana Universitas Udayana, Denpasar, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana menggelar seminar nasional dengan topik ‘Produk Pertanian Bali menapak Pasar Modern dan Pariwisata’ di Gedung Pasca Sarjana Universitas Udayana, Denpasar, Kamis (28/11/2019).

Dekan Fakultas Pertanian Unud, Dr. I Nyoman Gede Ustriyana mengatakan tujuan penyelenggaraan seminar adalah memberi masukan terhadap aturan yang dibuat oleh Pemerintah daerah, seperti Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan dan pemasaran produk pertanian, perikanan dan Industri lokal Bali.

Dan selanjutnya Pergub itu disikapi oleh para akademisi.

Menurutnya hubungan antara sektor pariwisata dan pertanian barangkali tidak perlu diutak-atik lagi, sudah jelas sebenarnya kedua sektor tersebut merupakan hal yang saling membutuhkan.

Dilengkapi Arena Bermain dan Fasilitas Olahraga, Kunjungan ke Taman Jagathkarana Meningkat

BDN Dewata Beri Tali Kasih pada Aipda Andrew, Anggota Polri yang Kehilangan Satu Kaki Saat Bertugas 

Oleh sebab itu perkembangan pariwisata dan pertanian diharapkan dapat seiring dan sejalan.

Dengan adanya Pergub 99 ini, maka produk-produk pertanian lokal diharapkan menjadi tuan rumah disektor pariwisata, yang tentu harus didukung oleh berbagai kebijakan.

Karena pengembangan sektor pertanian perlu didukung oleh suatu regulasi. 

“Kalau kita mampu menegakkan kebijakan, maka pembangunan pertanian akan dapat bersinergi dengan baik dengan industri-industri lainnya,” kata Ustriyana disela-sela pelaksanaan seminar.

Pihaknya di Fakultas Pertanian Unud menyatakan sangat mendukung bagaimana upaya-upaya untuk menyediakan produk-produk pertanian yang sifatnya berkesinambungan dan sesuai dengan keinginan wisatawan.

Disisi lain, ia mengkritisi bahwa selama ini sektor pertanian di Bali sifatnya masih sporadis.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved