Edarkan Sabu-sabu di Jimbaran, Gede Sudanta Dituntut 17 Tahun Penjara

Wajah Gede Sudanta (23) dituntut 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Kamis (28/11).

Edarkan Sabu-sabu di Jimbaran, Gede Sudanta Dituntut 17 Tahun Penjara
TRIBUN BALI
SIDANG - Gede Sudanta usai menjalani sidang dakwaan di PN Denpasar, Bali.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wajah Gede Sudanta (23) seketika murung usai dituntut 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali Kamis (28/11/2019). Pemuda lulusan SMK ini dituntut pidana tinggi karena diduga mengedarkan sabu-sabu.

Diungkap dalam dakwaan, Sudanta ditangkap usai melakukan transaksi sabu-sabu. Saat digledah oleh petugas kepolisian, dari tangan terdakwa ditemukan 41 paket sabu-sabu dengan berat keseluruhan 46,01 gram brutto atau 40,45 gram netto.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis.

"Kami mengajukan pembelaan tertulis, Yang Mulia," ujar Aji Silaban kepada majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara. Dengan diajukan nota pembelaan, sidang akan kembali digelar pekan depan.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Chandra Andhika Nugraha menyatakan bahwa terdakwa dinilai terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gede Sudanta dengan pidana penjara selama 17 tahun, dikurangi selama berada salam tahanan, dengan perintah tetap ditahan. Denda Rp 1 miliar subsidair satu tahun penjara," tegas jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejari) Denpasar ini.

Diungkap dalam surat dakwaan, kasus ini berawal pada hari Sabtu, 13 Juli 2019 sekitar pukul 16.30 Wita ketika terdakwa sedang berada di kosnya. Ia dihubungi oleh temannya, Reza Bintang Aurora (terdakwa berkas terpisah) yang ingin membeli sabu-sabu sebanyak 0,20 gram.

Terdakwa kelahiran Suwug, Kecamatan Sawang, Kabupaten Buleleng, Bali ini meminta Reza men-transfer uang pembelian sabu-sabu Rp 450 ribu ke rekening bank miliknya. Keduanya pun sepakat bertemu di Mcd Jalan Uluwatu II, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Sekitar pukul 18.30 Wita, terdakwa tiba di tempat yang telah disepakati tersebut dan bertemu dengan Reza. Keduanya bercakap-cakap lalu terdakwa menyerahkan sabu-sabu yang sudah dikemas dalam bekas bungkus rokok.

Namun saat keduanya hendak pergi meninggalkan lokasi, mereka dihadang dan diamankan oleh petugas kepolisian. Badan dan pakaian mereka pun digeledah. "Hasil penggeledahan ditemukan 4 potongan pipet yang di dalamnya berisi paket sabu-sabu," beber Jaksa Chandra Andhika.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas kepolisian melanjutkan penggeledahan di kamar kos terdakwa di Jalan Giri Dahari, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Dari penggeledahan itu, petugas kembali menemukan 37 paket sabu-sabu.

"Berdasarkan berita acara penimbangan terhadap barang bukti puluhan paket sabu-sabu itu diperoleh berat keseluruhan 46,01 gram brutto atau 40,45 gram netto," ungkapnya. (can)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved