Breaking News:

Majelis Hakim PN Denpasar Serahkan Surat Pembantaran Terhadap Wayan Wakil

Majelis hakim Pengadilan Negeri dan Panitera mendatangi RS Bali Jimbaran untuk memeriksa dan memastikan kondisi Wayan Wakil, Kamis (28/11/2019).

ISTIMEWA
PEMBANTARAN - Majelis hakim dan tim jaksa saat melihat kondisi Wayan Wakil yang tengah dirawat intensif di RS Bali Jimbaran, Badung, Bali, Kamis (28/11/2019). Mereka juga menyerahkan surat pembantaran. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dua kali tidak hadir di persidangan, terdakwa perkara dugaan tindak pidana pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar, Wayan Wakil (51) saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bali Jimbaran, Badung, Bali. 

Terkait hal itu majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Esthar Oktavi didampingi Panitera mendatangi RS Bali Jimbaran untuk memeriksa dan memastikan kondisi Wayan Wakil, Kamis (28/11/2019). Tidak hanya majelis hakim, ikut dalam kunjungan itu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Ketut Sujaya beserta rekan-rekannya.

Sementara itu Wayan Wakil didampingi oleh tim penasihat hukumnya, Agus Sujoko, Pande Made Sugiartha, I Made Sugiarta, dan Anisa Defbi Mariana. Hadir juga anak Wayan Wakil dan ayahnya Made Rame.

"Kedatangan kami untuk mengecek dan memastikan kondisi terdakwa Wayan Wakil yang dirawat di rumah sakit ini," jelas Hakim Ketua Esthar Oktavi saat dikonfirmasi.

Dikatakan Esthar, ia sempat melihat kondisi Wayan Wakil yang tengah tergolek lemas di ruang perawatan, namun hanya beberapa menit saja. Selain memastikan kondisi Wayan Wakil, majelis hakim juga menyerahkan surat pembantaran terhadap Wayan Wakil.

"Surat pembantaran ini berlaku sejak kemarin tetapi baru kami serahkan pada penuntut umum dan penasihat hukum hari ini sambil kita adakan pemeriksaan di rumah sakit ini," sambung Esthar Oktavi.

Wayan Wakil menderita diabetes akut serta komplikasi jantung dan paru-paru. Sesuai keterangan dokter Siswandi Sp Pd, sebagaimana disampaikan ke hakim, Wakil memang memerlukan perawatan di rumah sakit. Kondisi kesehatan Wayan Wakil terus menurun sejak seminggu lalu. Karena itu, yang bersangkutan beberapa kali tidak bisa hadir di persidangan.

Terkait pembantaran, koordinator tim jaksa, I Ketut Sujaya mengatakan dalam penetapan majelis hakim disebutkan pembantaran Wayan Wakil berlaku sejak 26 November 2019 sampai sembuh di RS Bali Jimbaran. Namun hakim memerintahkan tim jaksa untuk melaporkan kembali kepada majelis hakim kondisi kesehatan dan kesembuhan Wayan Wakil untuk menentukan persidangan berikutnya.

Selain adanya surat keterangan dr Siswandi Sp Pd, RS Bali Jimbaran tertanggal 26 November 2019 yang isinya membenarkan Wayan Wakil sedang dirawat di RS Bali Jimbaran, ada pula permohonan jaksa secara lisan dengan alasan terdakwa menderita sakit sesuai pertimbangan yang dikemukakan dokter.

"Itu isinya penetapan pembantaran dari hakim dan kami ke sini untuk memastikan kondisi terdakwa Wayan Wakil, " ujar Sujaya.

Ketua tim penasihat hukum terdakwa, Agus Sujoko, mengapresiasi langkah majelis hakim dan tim jaksa yang bersedia melakukan pemeriksaan setempat.

"Kami tidak tutupi, hakim dan jaksa sudah bisa melihat langsung kondisi Wayan Wakil. Bicara saja susah, pernafasan perlu bantuan, infus tidak boleh lepas," jelasnya. (can)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved