Nelayan Kusamba Keluhkan Lumba-Lumba yang Jadi Hama, Kerap Rusak Jala dan Curi Hasil Tangkapan

Populasi lumba-lumba di pesisir Pantai Kusamba Klungkung, menjadi hama bagi nelayan setempat.

Nelayan Kusamba Keluhkan Lumba-Lumba yang Jadi Hama, Kerap Rusak Jala dan Curi Hasil Tangkapan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang nelayan di pesisir Kusamba sedang memperbaiki jalanya yang rusak, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Populasi lumba-lumba di pesisir Pantai Kusamba Klungkung, menjadi hama bagi nelayan setempat.

Tidak hanya membuat hasil tangkapan nelayan menurun, lumba-lumba juga kerap merusak jaring nelayan di pesisir Desa Kusamba.

"Ikan lumba-lumba itu sangat pintar. Misal kami melaut, kami sudah menebar jaring dan banyak menangkap ikan, tapi ikan lumba-lumba tiba-tiba datang dan mencuri ikan di jaring kami."

"Gerombolan ikan itu bahkan merobek-robek jaring nelayan hingga rusak," ujar Ketut Suama, salah seorang nelayan di pesisir Desa Kusamba.

Menurutnya, Pantai Kusamba memang sudah lama menjadi habitat lumba-lumba.

Namun  kian hari, populasinya kian banyak. Lumba-lumba tidak hanya memangsa ikan yang menjadi tangkapan nelayan, tapi juga sering kali merusak jaring dan pancing nelayan.

Laga Di Bima Batal Karena Wasit, Tim Perseden Denpasar Rugi Hingga Pilih Pesan Tiket Pulang ke Bali

Hanya Butuh Enam Poin untuk Gelar Juara, Yabes: Kami Fokus Game per Game, Biarkan Mengalir 

Bagian dari Produk Seni-Budaya, Apkasi Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi dengan Arsitek

" Jujur keberadaan ikan lumba-lumba justru menjadi hama bagi nelayan di sini. Kalau kami buru untuk mengontrol populasinya tentu tidak bisa, karena ikan lumba-lumba termasuk salah satu hewan dilindungi. Tapi mereka (ikan lumba-lumba) benar-benar merugikan nelayan," keluhnya.

Tidak jarang, hal ini membuat para nelayan merugi. Dalam sekali melaut, setiap nelayan bisa mengeluarkan biaya untuk bahan bakar sekitar Rp 200 ribu.

Namun terkadang sama sekali nelayan tidak mendapatkan hasil tangkapan, bahkan jala untuk menangkap ikan dirusak segerombolan lumba-lumba.

"Kadang lebih besar pasak dari pada tiang. Tangkapan kecil, justru jaring malah rusak. Kami terkadang malas melaut, apalagi kalau tangkapan ikan sepi."

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved