Breaking News:

Punya Banyak Bendungan, Bali Tetap Dalam 'Teror' Nyata Krisis Air Bersih

Di Bali ada enam bendungan yang tersebar di berbagai daerah, yaitu Bendungan Palasari, Bene, Telaga Tunjung, Gerokgak, Titab dan Waduk Muara.

Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Air di Bendungan Telaga Tunjung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, mengalami penurunan debit air, Senin (19/8/2019). 

Punya Banyak Bendungan, Bali Masih tak Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali memiliki sumber air permukaan yang berlimpah.

Namun, sumber air permukaan itu belum dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah sehingga terbuang percuma ke laut.

Sementara sejumlah daerah di Bali hingga kini masih mengalami krisis air bersih.

Penduduk terpaksa membeli air kemasan galon di warung-warung dan minimarket lantaran suplai air dari PDAM kerap kotor dan berbau.

Data Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menunjukkan potensi air di Bali mencapai 216 meter kubik/detik atau setara 216.000 liter/detik.

Potensi air itu berasal dari sungai, danau, mata air, termasuk air tanah.

Sementara kebutuhan air bersih di Bali saat ini sebanyak 119.000 liter/detik.

“Ketersediaan air di Bali saat ini baru 101 meter kubik per detik (setara 101.000 liter/detik, red)," kata Kepala BWS Bali-Penida, Airlangga Mardjono dalam Fokus Grup Diskusi tentang Danau dan Air di Provinsi Bali yang digelar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bali di Denpasar pekan lalu.

"Jadi masih ada gap atau kekurangan air bersih sebanyak 18 meter kubik per detik,”

Di Bali ada enam bendungan yang tersebar di berbagai daerah, yaitu Bendungan Palasari, Bene, Telaga Tunjung, Gerokgak, Titab dan Waduk Muara.

Enam bendungan itu baru bisa memroduksi air baku sebanyak 8 meter kubik per detik atau 8.000 liter per detik.

Saat ini sedang dibangun dua bendungan lagi di Bali, yakni Bendungan Sidan dengan volume tampung 3,2 juta meter kubik dan kapasitas produksi sebesar 1,700 liter/detik dan Bendungan Tamlang volume 5,5 juta meter kubik dengan kapasitas produksi sebesar setengah kubik per detik atau 500 liter/detik.

“Bendungan Sidan progresnya (pembangunan fisik) baru 10 persen dan Bendungan Tamlang baru 2 persen. Target selesai keduanya tahun 2022,” kata Mardjono.

Walau demikian, lanjut dia, semua bendungan itu belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved