Edarkan 1.316 Pil Koplo, Nur Efendi Divonis Tiga Tahun Penjara

Nur Efendi divonis bersalah karena mengedarkan pil koplo dan divonis tiga tahun penjara

Edarkan 1.316 Pil Koplo, Nur Efendi Divonis Tiga Tahun Penjara
Tribun Bali/I Putu Candra
Nur Efendi seusai menjalani sidang putusan di PN Denpasar, Denpasar, Bali, kemarin. Edarkan 1.316 Pil Koplo, Nur Efendi Divonis Tiga Tahun Penjara 

Edarkan 1.316 Pil Koplo, Nur Efendi Divonis Tiga Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ikrom Nur Efendi (25) tidak bisa berbuat banyak saat majelis hakim mengganjarnya dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PHB) Peradi Denpasar, pria tamatan SMP ini, hanya bisa pasrah menerima putusan itu.

Nur Efendi divonis bersalah karena mengedarkan pil koplo.

Saat ditangkap, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti pil koplo siap edar sebanyak 1.316 butir.

"Setelah berkonsultasi, kami selaku penasihat hukum menerima Yang Mulia," ujar Fitra Octora selaku anggota penasihat hukum kepada majelis hakim di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bersikap atau masih pikir-pikir, apakah menerima atau banding terhadap putusan majelis hakim.

Nata Wisnaya Jadi Direktur Formalitas Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Milik I Wayan Candra

Hamdi Terikat Kontrak dengan Bali United Hingga 2020, Jika Ada Tim yang Berminat Harus Lakukan ini

Sebelumnya jaksa menuntut Nur Efendi dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Selain pidana badan, ia juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved