Bocah Dianiaya Pacar Ibunya

Temui Balita yang Alami Kekerasan di RSUP Sanglah, Begini Tanggapan Bintang Puspayoga

Bintang Puspayoga mengatakan kondisi KMW saat ini sudah membaik usai ditangani tim medis dan tampak sudah happy.

Temui Balita yang Alami Kekerasan di RSUP Sanglah, Begini Tanggapan Bintang Puspayoga
Tribun Bali/ Ahmad Firizqi Irwan
Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga saat diwawancari awak media usai menjenguk korban kekerasan anak di RS Sanglah, Sabtu (30/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Gusti Ayu Bintang Darmavita alias Bintang Puspayoga mendatangi RSUP Sanglah, Sabtu (30/11/2019) siang.

Kedatangan Bintang Puspayoga di RSUP Sanglah untuk melihat kondisi korban kekerasan anak yang dialami KMW, balita dua setengah tahun.

Kepada awak media, Bintang Puspayoga mengatakan kondisi KMW saat ini sudah membaik usai ditangani tim medis dan tampak sudah happy.

"Kalau anak korban setelah ditangani tim medis sudah membaik. Sudah bisa mulai happy," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bintang Puspayoga, Kementerian PPA saat ini masih terus berkoordinasi dengan tim medis RS Sanglah mengenai kelanjutan penanganan korban.

Seriusi Kasus Anak, Menteri PPA Besuk Balita yang Patah Kaki Dianiaya Pacar Ibunya

Ari Juniarta Murka Lalu Injak Bocah 2,5 Tahun di Denpasar Hingga Patah Tulang, Begini Pengakuannya

Kronologi Balita 2,5 Tahun di Bali Dianiaya Pacar Ibunya, KMW Patah Tulang & Luka-luka di Tubuh

Bintang Puspayoga menyebut koordinasi yang disampaikan sudah disampaikan ke Direktur RS Sanglah, para dokter yang menangani di bagian P2TP2A.

"Kalau dari kami, kami dari unit Kemen PPA harus berkoordinasi dengan tim ya. Apakah pak Dirut, kemudian ada dokter yang menangani ada P2TP2A," lanjutnya.

"Intinya kalau ada kasus-kasus seperti ini, kami kementerian PPA ini kan kementerian yang koordinatif. Yang harus kami komunikasikan ke kementerian lembaga dan teman-teman yang terkait. Dan tentunya kedepan bagaimana kita bisa memberikan tetap yang terbaik, penanganan yang baik kepada korban dengan meminimalkan atau bahkan tidak membebani korban," tambahnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved