BMKG Umumkan Musim Hujan di Wilayah Indonesia Termasuk Bali Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengumumkan awal musim hujan 2019 di beberapa wilayah Indonesia mundur.

BMKG Umumkan Musim Hujan di Wilayah Indonesia Termasuk Bali Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi hujan 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengumumkan awal musim hujan 2019 di beberapa wilayah Indonesia mundur.

Sebagian besar wilayah pulau Jawa akan memasuki musim hujan pada Dasarian I (10 hari pertama) dan Dasarian II (10 hari kedua) bulan Desember.

Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG mengatakan, sekitar 75 persen wilayah Indonesia mengalami keterlambatan masuk musim penghujan.

Lantas, daerah mana saja yang intensitas hujannya sudah normal dan mana yang belum?

Update terbaru, perkembangan awal musim hujan 2019 di 342 zona musim (ZOM) di Indonesia.
Update terbaru, perkembangan awal musim hujan 2019 di 342 zona musim (ZOM) di Indonesia. (Dok)

Dijelaskan Adi, menurut pantauan BMKG hingga November Dasarian II, baru 16 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim penghujan.

"Hari ini kita (BMKG) update lagi, hingga November (Dasarian) III sudah 25 persen memasuki musim hujan," ujar Adi kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).

Dari data yang disampaikan Adi, wilayah yang sudah memasuki awal musim hujan antara lain, Sumatera 30 dari 54 Zona Musim (ZOM), Jawa 26 dari 150 ZOM, Bali 0 dari 15 ZOM, NTB 3 dari 21 ZOM, NTT 2 dari 23 ZOM, Kalimantan 12 dari 22 ZOM, Sulawesi 7 dari 42 ZOM, Maluku 3 dari 9 ZOM, dan Papua 3 dari 6 ZOM.

Untuk lebih detail, dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Rekapitulasi perkembangan awal musim hujan 2019 di Indonesia.
Rekapitulasi perkembangan awal musim hujan 2019 di Indonesia. (dok)

Namun, untuk kota mana tepatnya yang sudah hujan dan belum hujan, memang tidak dipaparkan secara detail oleh BMKG.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, mundurnya musim hujan 2019 disebabkan oleh kondisi dinamika atmosfer.

Faktor utamanya adalah menguatnya Dipole Mode Positive di Samudera Hindia, anomali muka laut yang dingin di perairan Indonesia, dan keterlambatan datangnya angin monsun atau musim Asia ke wilayah Indonesia.

"Melihat perkembangan dinamika atmosfer dan laut hingga akhir November, masih kuatnya gangguan Dipole Mode di Barat Daya Sumatera, masih dinginnya laut sekitar Indonesia, menyebabkan pergantian angin musim atau Monsun kita terlambat," jelas Adi kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).

"Hal ini mengindikasikan awal musim hujan di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa datangnya terlambat," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awal Musim Hujan Mundur, Ini Daerah yang Sudah Hujan dan Belum",

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved