Gus Pada Kembalikan KTA, Demer Kecewa Sikap Politik Gus Pada, Mundur dari Golkar Karena Gagal Pileg

Usai pengunduran diri massal kader Golkar Badung akibat kecewa putusan mahkamah partai giliran dedengkot Golkar Bali Gus Pada melakukan hal serupa

Gus Pada Kembalikan KTA, Demer Kecewa Sikap Politik Gus Pada, Mundur dari Golkar Karena Gagal Pileg
Tribun Bali/ Ragil Armando
Ida Bagus Pada Kusuma menyerahkan pengunduran diri dari Golkar, di kantor DPD Golkar Bali, Senin (2/12/2019) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM - DENPASAR - Kisruh di tubuh Golkar Bali belum reda.

Usai pengunduran diri massal kader Golkar Badung akibat kecewa dengan putusan mahkamah partai yang memenangkan kubu Plt Ketua Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, giliran dedengkot Golkar Bali asal Griya Pada Desa Mambal, Abiansemal, Ida Bagus Pada Kusuma melakukan hal serupa.

IB Pada Kusuma datang ke kantor Golkar Bali mengembalikan KTA, Senin (2/12/2019) pagi.

Gus Pada datang sendiri sekitar pukul 10.00 Wita.

Ia hanya ditemui oleh seorang staf Golkar Bali yang menerima penyerahan surat pengunduran diri dan KTA Golkar.

Mantan anggota DPRD Bali dua periode ini mengatakan, dirinya memutuskan hengkang dari Golkar karena merasa selama ini belum bisa mewarnai Golkar.

Tiap Perempuan Alami Gejala yang Tidak Sama, Berikut 4 Gejala PMS dan Penyebabnya

Perjalanan Karier Stefano Cugurra dari Liga Thailand hingga Sukses di Indonesia

Dua Kali Sukes di Liga 1 Indonesia Termasuk Bali United, Ini Perjalanan Stefano Cugurra Teco

"Namun saya melihat kondisi yang ada di Golkar. Bagaimana ya saya mau berkata. Selama ini saya belajar untuk dewasa dalam berpolitik. Saya akui selama ini saya kurang dewasa dalam berpolitik," kata dia seusai menyerahkan surat pengunduran diri.

Apakah mundur akibat kisruh internal di Golkar, Gus Pada mengaku bahwa dalam politik perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar.

Hanya saja, ia melihat kisruh yang terjadi di Golkar ini tidak memberikan hal yang positif bagi perkembangan partai.

"Kisruh itu semua partai kisruh, itu persaingan yang wajar dalam sebuah organisasi politik. Tapi tyang sampai saat ini belum melihat kalau persaingan itu adalah bagian dari peningkatan kualitas," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved