Sidang Kasus Mutilasi Seorang Wanita di Kamar Kos, Terdakwa Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa membunuh korban saat sedang berhubungan intim di salah satu indekos, Minggu 7 juli 2019.

Sidang Kasus Mutilasi Seorang Wanita di Kamar Kos, Terdakwa Dituntut Hukuman Mati
Kompas.com
Tersangka DP (37) memperagakan adegan mutilasi terhadap KW (51) di kompleks Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019).(Fadlan Mukhtar Zain) 

TRIBUN-BALI.COM - Setelah tertunda tiga kali, sidang pembacaan tuntutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2019).

Terdakwa dituntut hukuman mati karena melanggar tiga pasal sekaligus yakni, Pasal 340 KUHP, Pasal 181 KUHP dan Pasal 362 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas Antonius dalam persidangan mengatakan, terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu.

Terdakwa juga menyembunyikan dan menghilangkan barang bukti dengan cara memutilasi dan membakar bagian tubuh korban.

Terdakwa juga mengambil sejumlah barang milik korban.

Penasihat Hukum Terdakwa Waslam Makhsid mengatakan, akan mengajukan pembelaan lantaran selama persidangan, pihaknya menemukan fakta-fakta lain yang berbeda dengan JPU.

"Maka kami akan melakukan pembelaan dan mempelajari tuntutan-tuntutan yang disampaikan terlebih dahulu. Kami minta waktu pada majelis hakim satu minggu untuk merumuskan pledoi," kata Waslam.

Hakim Ketua Abdullah Mahrus mengatakan, sidang akan ditunda pekan depan, Selasa (10/12/2019), dengan agenda mendengarkan pembelaan dari tim kuasa hukum terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, Deni, warga Desa Susukan Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) membunuh teman wanitanya, Khomsatun, warga Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Terdakwa membunuh korban saat sedang berhubungan intim di salah satu indekos di Bandung, Minggu 7 juli 2019.

Korban dibunuh dengan cara dipukul dengan martil dan tubuhnya dimutilasi menjadi beberapa bagian.    

Selanjutnya, potongan tubuh korban dibuang dan dibakar di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas dan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Terdakwa kemudian menjual mobil Daihatsu Terios milik korban di sebuah showroom di Purwokerto. (*)

Langganan berita pilihan tribun-bali.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/TribunBaliTerkini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sidang Kasus Mutilasi di Banyumas, Terdakwa Dituntut Hukuman Mati", https://regional.kompas.com/read/2019/12/03/11352491/sidang-kasus-mutilasi-di-banyumas-terdakwa-dituntut-hukuman-mati?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Editor : Dony Aprian

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved