Berjualan di Atas Trotoar Jalan Gatot Subroto Tengah, Nyoman Kasih Didenda Rp 300 Ribu

Disidangkan seorang pedagang kaki lima atas nama Nyoman Kasih dan memberikan sanksi berupa denda Rp 300 ribu sibsider kurungan dua hari

Berjualan di Atas Trotoar Jalan Gatot Subroto Tengah, Nyoman Kasih Didenda Rp 300 Ribu
Dok. Satpol PP Kota Denpasar
Sidang Tipiring di PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang tindak pidana ringan (Tipiring) digelar pada Rabu (4/12/2019) di Pengadilan Negeri IA Denpasar.

Disidangkan seorang pelanggar Perda yakni seorang pedagang kaki lima atas nama Nyoman Kasih.

Ia berjualan di atas trotoar Jalan Gatot Subroto Tengah.

Sidang dengan hakim I Ketut Kimiasa dan panitera Gusti Ayu Saraswati memberikan sanksi berupa denda Rp 300 ribu sibsider kurungan dua hari kepada Kasih.

Hal tersebut dikatakan Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Rabu (4/12/2019) siang.

Ia menambahkan, bahwa Kasih melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum karena berjualan di atas trotoar.

Sebelum Meninggal, Tukang Ojek Ini Ceritakan Mimpi Anehnya & Sampaikan Hidupnya Tak Lama Lagi

3 Skenario Timnas U-23 Indonesia Lolos Semifinal SEA Games 2019

Kronologi Gadis 16 Tahun di Denpasar Tergeletak Bersimbah Darah di Kamar Mandi Hotel

Menurutnya, pelaksanaan sidang tipiring  ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda.

"Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota  Denpasar gencar malaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

"Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring  adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved