Penelitian: Kita Cenderung Mengencani Orang yang Setipe Mantan, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?

Kita sebenarnya tidak belajar banyak dan kita kemungkinan besar berpacaran dengan tipe orang yang sama seperti mantan

Penelitian: Kita Cenderung Mengencani Orang yang Setipe Mantan, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pasangan - Penelitian: Kita Cenderung Mengencani Orang yang Setipe Mantan, Bagaimana Itu Bisa Terjadi? 

Penelitian: Kita Cenderung Mengencani Orang yang Setipe Mantan, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?

TRIBUN-BALI.COM - Penelitian: Kita Cenderung Mengencani Orang yang Setipe Mantan, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?

Semakin bertambahnya usia, menjalani berbagai fase kehidupan, dan berkencan dengan sejumlah orang biasanya akan membuat kita berpikir bahwa kita telah belajar bagaimana memilih orang yang lebih baik untuk bersama, karena kita berpikir telah belajar dari kesalahan masa lalu.

Hal seperti ini disebut evolusi romantis, di mana kita memilih pasangan yang secara signifikan lebih baik daripada mantan kekasih terakhir untuk berkencan.

Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa sampai taraf tertentu, kita sebenarnya tidak belajar banyak dan kita kemungkinan besar berpacaran dengan tipe orang yang sama berulang kali.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Penelitian dan tipe pasangan

Sebuah penelitian yang dibuat oleh para psikolog yang berasal dari University of Toronto, menggunakan studi sembilan tahun di Jerman yang menganalisis ciri-ciri kepribadian individu, mantan kekasih, dan pasangan mereka saat ini.

Pelayanan Pengobatan Tradisional dan Komplementer Ternyata Sudah Ada di Tiga Rumah Sakit di Bali

Fokus ke Persaingan Asia, Apa Perlu Penyegaran Komposisi Pemain Bali United?

Dalam laporan penelitian tersebut disertakan termasuk keterbukaan, neurotisisme, kesesuaian, ekstraversi, dan kesadaran.

“Temuan kami menunjukkan, bahwa ada konsistensi dalam kepribadian pasangan romantis seseorang, yang menunjukkan bahwa kita sebenarnya berpacaran dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasih,” kata Yoobin Park, yang bekerja pada penelitian tersebut.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved