Pengamat Intelijen Tak Yakin Penyebab Ledakan di Monas Karena Granat Asap, Ada Kejanggalan Ini

Pengamat intelijen Beni Sukadis tak yakin granat asap bisa meledak bahkan melukai orang.

Pengamat Intelijen Tak Yakin Penyebab Ledakan di Monas Karena Granat Asap, Ada Kejanggalan Ini
Kolase Youtube Tribunnews dan Wikipedia
Granat Asap yang disebut sebabkan ledakan di Monas 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ledakan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi disebut-sebut berasal dari granat asap.

Namun, pernyataan tersebut diragukan.

Pengamat intelijen Beni Sukadis tak yakin granat asap bisa meledak bahkan melukai orang.

Apalagi, kata Beni, ia belum pernah mendengar kejadian ledakan granat asap sebelumnya.

"Granat asap kan hanya buat pengalihan saja untuk mengusir. Kemungkinan sih granat nanas makanya bisa sampai melukai begitu. Kalau dilihat dari foto-fotonya kan memang cukup parah ya," jelas Beni kepada Kompas.com, Selasa (3/12/2019) sebagaimana dikutip dari artikel berjudul Benarkah Ledakan di Monas Disebabkan Granat Asap?

"Menurut logikanya itu ya granat nanas, tapi saya tidak tahu kalau polisi bilang granat asap," tambah dia.

Beni menambahkan, sepengetahuan dirinya, belum pernah ada kasus gas asap yang meledak.

"Saya kurang tahu kalau soal itu, saya belum pernah dengar juga," kata dia.

Dilansir dari reportase KOMPAS TV, granat asap berupa kaleng yang digunakan untuk isyarat darat ke udara.

Biasanya, granat ini digunakan sebagai penanda zona sasaran atau pendaratan, selain untuk menyembunyikan pergerakan tentara.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved