Sidang Kasus Pemalsuan Akta

Tomy Winata Beri Kesaksian di PN Denpasar Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Akta Autentik & Penggelapan

Sidang kali ini dihadiri oleh bos Artha Graha, Tomy Winata dan Desrizal Chaniago selaku Pelapor sekaligus kuasa hukum Tomy Winata.

Tomy Winata Beri Kesaksian di PN Denpasar Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Akta Autentik & Penggelapan
Tribun Bali/Putu Candra
Bos Artha Graha Tomy Winata bersaksi pada sidang dugaan pemalsuan di Pengadilan Denpasar, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang perkara dugaan pemalsuan akta autentik dan penggelapan dengan terdakwa pemilik Hotel Kuta Paradiso, Harijanto Karjadi (65) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (3/12).

Sidang kali ini dihadiri oleh bos Artha Graha, Tomy Winata dan Desrizal Chaniago selaku Pelapor sekaligus kuasa hukum Tomy Winata.

TW demikian sapaanya hadir sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Hakim Ketua Sobandi meminta TW menceritakan terkait proses pembelian piutang PT GWP di bank CCBI.

Dituturkan Tommy, pada intinya Bank CCBI adalah bank konsorsium yang mengambil alih hasil utang dari Bank Multi Corp.

"Belakangan itu menjadi haknya bank CCBI. Dalam perjalanannya Bank CCBI yang diatur oleh aturan yang memungkinkan menjual hak tagihnya kepada kami.

Karena CCBI mungkin mempunyai pertimbangan yang mana waktu itu mereka mendapatkan tekanan yang merepotkan.

Atau mungkin yang menganggap dialihkan kepada kami, dan kami membeli dengan kesepakatan beserta semua tanggungjawab dan hak-haknya," papar TW.

Terhadap hal itu, ia mencoba mengadakan pendekatan, ternyata tidak ada hasil.

"Setelah itu kami coba mendalami. Dalam pendalaman itu kami temukan pemalsuan keterangan yang diberikan oleh terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved