Seharian Kerja Jadi Kuli Bangunan, Begitu Bayaran Buruh Asal Buleleng Ini Langsung Beli Sabu

Hasil kerjanya sebagai buruh bangunan seharian ia gunakan hanya untuk membeli sabu-sabu

Seharian Kerja Jadi Kuli Bangunan, Begitu Bayaran Buruh Asal Buleleng Ini Langsung Beli Sabu
tribun bali/ Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukan barang bukti sabu, yang didapat dari tersangka Kabras (kiri) dan Kotak (kanan) pada Jumat (6/12) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Kadek Suriawan alias Kabras (21) kini harus berurusan dengan polisi pada Jumat (6/12/2019).

Pria asal Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng ini kedapatan membawa dua paket narkotika jenis sabu, dengan berat total 0.42 gram brutto untuk dikonsumsi.

Ditemui di Mapolres Buleleng Jumat (6/12/2019), Kabras mengaku nekat mengonsumsi barang tersebut lantaran tergiur rayuan teman.

Hingga akhirnya sabu-sabu itu berhasil membuatnya ketagihan.

Hasil kerjanya sebagai buruh bangunan seharian ia gunakan hanya untuk membeli sabu-sabu, lalu dikonsumsi sendiri di dalam kamar.

Pelaku Pencurian di Tabanan Ini Habiskan Uang Curian untuk Judi, Sisanya untuk Istri Muda dan Tua

Penjelasan AirAsia Terkait Penumpang Pesawat Tujuan Bali yang Bilang Bawa Bom, Kami Mengecam Itu

"Kalau ada uang baru beli sabu. Pesan lewat HP, diambil pakai sistem tempel. Saya tidak tahu siapa yang menjual. Biasanya dikonsumsi di dalam kamar, orangtua tidak tau. Saya makai gara-gara diajak teman," ucapnya.

Sementara KBO Narkoba Polres Buleleng, Iptu Wayan Santiyasa menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Kabras ini dilakukan pada pertengahan November lalu, di sekitar Terminal Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.

Saat dilakukan penggeledahan badan, ditemukan dua paket sabu dengan berat berat total 0.42 gram brutto yang disimpan di saku celananya.

Meski berstatus sebagai pengguna, Iptu Santiyasa menegaskan jika tersangka Kabras akan tetap diproses hukum, dan tidak dilakukan rehabilitasi.

"Dia akan tetap diproses hukum karena saat kami tangkap, barang buktinya ada. Bila mana barang buktinya tidak ditemukan, barulah yang bersangkutan bisa diserahkan ke BNN untuk menjalani rehab," terangnya.

Selain Kabras, polisi juga menangkap pengguna narkoba lainya, bernama Nyoman Yudhi Darmawan alias Kotak (43).

Pria asal Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini diringkus pada 20 November lalu sekira pukul 21.30 wita.

Dari tas pinggangnya, polisi menemukan satu tabung plastik, yang di dalamnya berisi satu paket sabu dengan berat 0.35 gram brutto.

"Kedua tersangka ini sama-sama memesan narkoba lewat HP, kemudian barangnya ditempel di suatu tempat. Kami masih menyelidiki siapa penjualnya," tutup Iptu Santiyasa.

Truk Menumpuk di Pelabuhan Padangbai, Perlu 4 Hari Antre untuk Masuk Kapal

Cerita Mata-mata Kopassus Menyusup ke GAM Aceh, Pernah Ditembaki TNI karena Tak Ada yang Tahu

Akibat perbuatannya, tersangka Kabras dan Korak dijerat dengan pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling pama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved