Disnaker Bali Turun Tangan, Pemasang Lowongan Kerja Diskriminatif Diperiksa, Pasal Ini Dilanggar

sanksi yang diberikan tergantung pada pelanggaran terhadap norma kerja yang dilakukan perusahaan

Disnaker Bali Turun Tangan, Pemasang Lowongan Kerja Diskriminatif Diperiksa, Pasal Ini Dilanggar
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pihak Burger Shot menyampaikan permintaan maaf kepada PHDI terkait lowongan kerja (loker) diskriminatif yang telah diposting di salah satu media sosial, di Ruang Rapat Kantor PHDI Bali, Kamis (5/12/2019) 

Gus Arda mengimbau agar setiap perusahaan mengikuti norma kerja dan norma K3, seperti pembayaran upah sesuai ketentuan, wajib lapor secara online, hak-hak dari karyawan, termasuk perekrutan karyawan.

Adapun wajib lapor yang harus dilakukan perusahaan terkait identitas perusahaan, hubungan ketenagakerjaan, perlindungan ketenagakerjaan dan kesempatan kerja. 

Semua laporan itu wajib dilaporkan secara tertulis kepada Disnaker setempat.

Bila perusahaan mengabaikan wajib lapor itu sesuai UU nomor 7 tahun 1981 tentang wajib lapor Ketenagakerjaan di perusahaan, pada pasal 6 dan pasal 8, maka sanksinya adalah dapat diancam pidana kurungan 3 bulan dan denda Rp 1 juta.

Penggemar Motor Kustom di Jepang Dikejutkan dengan Karya Kedux Cs, Gabungan Skill Tinggi

Nama-nama 18 Pemain Bali United yang Kontraknya Akan Berakhir dalam Hitungan Hari

“Tetapi ada juga perusahaan yang lalai karena baru berdiri. Perusahaan yang seperti itu akan dilakukan pemeriksaan dan pembinaan,” ucapnya.

Perusahaan, menurut dia, juga wajib mengikuti seluruh norma dalam UU Nomor 13 tahun 2003, salah satunya menyebutkan seluruh warga Indonesia berhak mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan. 

Hanya saja pada zaman digital ini semua lowongan pekerjaan langsung diposting tanpa ada koordinasi ke Disnaker setempat.

Di sisi lain Disnaker sudah mengembangkan instagram dan Website Bursa Kerja Online (BKOL) terkait Loker itu untuk mempertemukan antara perusahaan dengan pencari kerja. 

Mekanismenya adalah perusahaan hanya mengirim email saja, kemudian Dinas lah yang memverifikasi dan memposting lowongannya.

Sampai saat ini, Perusahaan yang sudah mendaftar berjumlah 100 perusahaan, sedangkan pencari kerja yang terdaftar ada sekitar 500 orang lebih. 

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved