Film Pulau Plastik Bawa Pesan Cinta Lingkungan, Robi: Saat Semua Makin Cepat, Bali Berani Berhenti

Film dokumenter bertajuk 'Pulau Plastik' membawa pesan mencintai lingkungan, utamanya mengurangi sampah plastik

Film Pulau Plastik Bawa Pesan Cinta Lingkungan, Robi: Saat Semua Makin Cepat, Bali Berani Berhenti
Tribun Bali/M Firdian Sani
Penampilan Navicula di Tukad Badung, Denpasar, Bali, Jumat (6/12/2019) malam, saat peluncuran film dokumenter 'Pulau Plastik'. Film Pulau Plastik Bawa Pesan Cinta Lingkungan, Robi: Saat Semua Makin Cepat, Bali Berani Berhenti 

Film Pulau Plastik Bawa Pesan Cinta Lingkungan, Robi: Saat Semua Makin Cepat, Bali Berani Berhenti

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jumat (7/12/2019) malam kemarin, Navicula meluncurkan film dokumenter bertajuk 'Pulau Plastik' di Tukad Badung, Denpasar, Bali.

Sungai yang diapit Pasar Badung dan Pasar Kumbarasari itu disulap menjadi panggung musik dan layar tancap pemutaran film 'Pulau Plastik'.

Ada beberapa musisi yang ikut meramaikan pertunjukan, yaitu Nosstress, Jun Bintang, dan musisi rock Made Bawa (Lolot) juga turut menyuarakan isu lingkungan utamanya soal plastik.

Navicula mendapat kesempatan terakhir untuk mengguncang telinga para penonton.

Coach Teco Umumkan Tanggal Konvoi Bali United Juara Liga 1 2019, Saat Kontra Persipura?

Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Konvoi Juara Bali United

Band grunge asli Bali ini membuka penampilan dengan membawakan lagu 'Di Depan Layar'.

"Bersamaan dengan peluncuran film dokumenter 'Pulau Plastik' yang tadi sudah kita saksikan bersama 'Di Depan Layar'," kata Gede Robi dengan penuh semangat.

Musik yang keras, cadas, dengan bumbu hentakan drum, cabikan bass dan manisnya distorsi, seolah membius penonton mengikuti irama.

Ciri khas Robi dalam konser musiknya ialah tak lupa memberikan pesan-pesan isu lingkungan kepada para penonton, Robi membuka lagu keduanya 'Busur Hujan'.

"Kita semua mengenal Nyegara Gunung. Gunung dan Segara sebagai tempat suci, dari hulu ke hilir yang menghubungkan antara gunung dan pantai, lalu dari mana lagi airnya lewat, jadi sampai ke pantai, kalau tidak lewat tukad ini. Jadi jangan kotori dengan membuang sampah sembarangan di sungai. Mengotori tempat suci sama dengan leteh. Kalian tahu itu kan," serunya.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved