Inilah Lima Kasus Penyelundupan Lewat Pesawat, dari Emas Sampai Monyet

Barang-barang selundupan tersebut ditemukan di armada baru milik PT Garuda Indonesia (Persero).

Inilah Lima Kasus Penyelundupan Lewat Pesawat, dari Emas Sampai Monyet
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BARANG BUKTI - Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri BUMN Erick Thohir menunjukkan barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Penyelundupan ini melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. 

Inilah Lima Kasus Penyelundupan Lewat Pesawat, dari Emas Sampai Monyet

TRIBUN-BALI.COM - Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara dicopot dari jabatannya karena penyelundupan Harley Davidson tipe Shovelhead keluaran 1972 dan sepeda Brompton.

Barang-barang selundupan tersebut ditemukan di armada baru milik PT Garuda Indonesia (Persero).

Terungkapnya kasus tersebut bermula ketika petugas Bea dan Cukai menemukan onderdir motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di hanggar PT Garuda Maintenance Facility.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, total kerugian negara adalah sekitar Rp 1,5 miliar.

Bali United vs Persipura: Prediksi Pemain, Head to Head dan Ambisi Kedua Pelatih

Ramalan Zodiak Cinta Minggu 8 Desember 2019, Aquarius Semakin Sayang Libra Akan Alami Konflik

Kasus penyelundupan ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Berikut adalah beberapa kasus penyelundupan lewat armada pesawat yang pernah terjadi sebelumnya.

1. Barang Mewah

Melansir Bloomberg, anak dan istri dari mendiang Direktur Korean Air Cho Yang-ho dituduh menggunakan maskapai Korean Air untuk menyelundupkan sejumlah barang mewah.

Nilai dari barang-barang mewah ini ditaksir mencapai 90 juta won dalam penyelundupan sebanyak 202 kali antara Januari 2012 hingga Mei 2018.
Barang-barang mewah ini terdiri dari pakaian, tas, dan tembikar yang diselundupkan dan disamarkan sebagai barang untuk maskapai.

Pengadilan Korea Selatan pun kemudian mengeluarkan hukuman percobaan bagi mereka pada bulan Juni.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved