Mengapa Negara Ini Tidak Tegas Terhadap Koruptor? Mungkinkah Ada Hukuman Mati?

Presiden Joko Widodo mendapat pertanyaan dari seorang siswa SMK mengenai alasan mengapa Indonesia tidak tegas terhadap pelaku korupsi.

Mengapa Negara Ini Tidak Tegas Terhadap Koruptor? Mungkinkah Ada Hukuman Mati?
KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat ditemui usai acara Cross Check bertajuk Hentikan Diskon Hukuman Koruptor di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendapat pertanyaan dari seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) mengenai alasan mengapa Indonesia tidak tegas terhadap pelaku korupsi.

Momen itu terjadi saat Jokowi menghadiri pentas drama "Prestasi Tanpa Korupsi" di SMK Negeri 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Seusai menyampaikan sambutannya pada acara itu, Jokowi mempersilakan siswa-siswi yang hadir untuk mengajukan pertanyaan.

Seorang siswa kelas XII Jurusan Tata Boga bernama Harley Hermansyah bertanya perihal hukuman yang tak tegas terhadap koruptor. "Kenapa negara kita dalam mengatasi koruptor tidak terlalu tegas? Kenapa tidak berani seperti di negara maju, misalnya dihukum mati?" kata Harley.

Pertanyaan Harley itu langsung diapresiasi oleh semua siswa yang hadir. Mereka kompak bertepuk tangan, sedangkan Presiden Jokowi tertawa kecil mendengar pertanyaan itu.

Jokowi lalu menjelaskan bahwa undang-undang yang ada saat ini memang tidak mengatur hukuman mati terhadap koruptor.

"Ya kalau di undang-undangnya memang ada yang korupsi dihukum mati itu akan dilakukan, tapi di UU tidak ada yang korupsi dihukum mati," jawab Jokowi.

Jokowi lalu bertanya ke Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang hadir pada acara tersebut. Yasonna menjelaskan bahwa aturan terkait ancaman hukuman mati saat ini hanya berlaku untuk pelaku korupsi terkait bencana alam.

Kendati demikian, sampai saat ini belum ada koruptor bencana alam yang sampai divonis mati oleh pengadilan.

"Yang sudah ada (aturannya) saja belum pernah diputuskan hukuman mati," kata Jokowi.

Halaman
12
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved