'Jokowi Si Tunggal yang Bhineka', Gun Gun Catat Perjalanan Presiden Joko Widodo Lewat 200 Kartun

Dulu dibilang ndeso nggak teges... sekarang dibilang diktatoor" atau "sontoloyo!" itu merupakan beberapa petikan yang terlihat di kartun Gun Gun.

'Jokowi Si Tunggal yang Bhineka', Gun Gun Catat Perjalanan Presiden Joko Widodo Lewat 200 Kartun
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pameran kartun Jokowi Dimata Saya karya Gun Gun. 'Jokowi Si Tunggal yang Bhineka', Gun Gun Catat Perjalanan Presiden Joko Widodo Lewat 200 Kartun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 200 kartun tentang Presiden RI, Joko Widodo dengan berbagai pose, ekspresi atau mimik terpampang di tembok Wartam Art Space, Jalan Nangka Selatan Nomor 29 A Denpasar.

Kartun ini merupakan karya dari kartunis Bali, Wayan Gunasta alias Gun Gun yang merekam perjalanan Jokowi sejak menjabat sebagai Presiden RI sejak tahun 2014 lalu.

Berbagai sepak terjang Jokowi, pertemuan dengan berbagai tokoh seperti SBY, atau Prabowo hingga pernyataannya yang viral juga direkam lewat kartun dan dipamerkan dengan tajuk Jokowi Dimata Saya.

Menggali Narasi dalam Pameran ART • BALI 2019 Speculative Memories

7 Perupa Muda Abstrak Bali Pamerkan Karya di Bentara Budaya Jakarta, Berikut Karya-karyanya

From Beijing to Bali, 3 Perupa yang Lolos Beijing International Art Biennale Pameran Bersama di Bali

"Dulu dibilang ndeso nggak teges... sekarang dibilang diktatoor" atau "sontoloyo!" itu merupakan beberapa petikan yang terlihat di kartun Gun Gun.

Gun Gun pun mengungkapkan ada tiga alasan dirinya mengangkat perjalanan Jokowi ini dalam 200 kartun.

"Pertama, bisa dibaratkan jika Jokowi sebilah garis linear, ia menyimpan makna tersier. Pandangan, pikiran serta pilihan eksekusinya bermakna beragam. Jokowi si tunggal yang bhineka. Ia bisa mengambil keputusan saat orang lain sulit menentukan keputusan," ungkap Gun Gun saat pembukaan pameran, Selasa (10/12/2019) siang.

Alasan kedua menurutnya Jokowi adalah tokoh yang selalu mendoakan kerahayuan utamanya bagi umat Hindu Dharma.

"Kalau kita cermati di mana-mana dalam pidato resmi kenegaraannya, selalu mengawali dengan salam panganjali Om Swastyastu yang beda rasanya. Mendengar salam panganjali yang diucapkannya tentu saja membuat hati kita tenang, teduh, betatapun pasti gembira," katanya.

30 Perupa Tabanan Gelar Pameran Seni Rupa tentang Subak

20 Perupa Muda Alih Kreasikan Puisi, Pameran Kata Rupa Seminar Internasional Sastra Indonesia 2019

Penggemar Motor Kustom di Jepang Dikejutkan dengan Karya Kedux Cs, Gabungan Skill Tinggi

Sehingga ia menganggap 200 gambar-gambar kartun ini juga merupakan media pantul salam panganjali dari pembuat untuk kerahayuan nusantara. 

Dan alasan ketiga gambar visual merupakan salah satu unsur terkuat yang membangun media, disamping opini, news, sastra dan iklan.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved