Breaking News:

Menteri Retno Marsudi Kini Lebih Langsing, Ternyata Jalani Diet Karbo, Ini 4 Tips Keberhasilannya

Pola diet ini juga menerapkan konsumsi kalori yang lebih sedikit sehingga mendorong penurunan berat badan.

Screen Capture
Unggahan Menteri Retno terkait diet yang dilakukannya 

TRIBUN-BALI.COM- Transformasi tubuh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi sorotan netizen setelah ia mengunggah keberhasilan program diet yang dijalaninya.

Lewat unggahan di akun Instagramnya, Menteri Retno mengungkapkan bahwa dirinya melakukan olahraga rutin serta menerapkan pola diet tanpa karbohidrat, minyak dan gula.

Berbicara mengenai diet tanpa karbohdirat, pola diet tersebut memang populer dan diklaim ampuh untuk menurunkan berat badan.

Mereka yang menjalani diet tanpa karbohidrat biasanya mengganti asupan karbohidrat dengan protein atau lemak untuk membantu merasa kenyang.

Pola diet ini juga menerapkan konsumsi kalori yang lebih sedikit sehingga mendorong penurunan berat badan.

Meski demikian, tak sedikit pula orang yang mencoba pola diet ini namun tak mendapatkan berat badan yang diinginkannya.

Untuk mendapatkan tubuh ideal, mengurangi asupan karbohidrat saja tidak cukup. Berikut lima kaesalahan dalam diet rendah kabohidrat yang kerap dilakukan banyak orang:

1. Kurang mengonsumsi kalori

Mengurangi asupan kalori memang membantu menurunkan berat badan. Namun, kita tidak boleh serta merta menghentkan asupan kalori demi memicu metabolisme tubuh. Ketika kita mengurangi atau menghindari asupan karbohidrat, kita justru membuat kesalahan dengan mengurangi asupan kalori secara drastis. Menurut ahli diet Jim White, hal ini menyebabkan kita kekurangan banyak kalori yang akhirnya memperlambat metaboluisme dan energi. "Metabolisme yang lambat dan energi yang berkurang sangat memberi dampak buruk pada kesehatan," ucap Jim White dilansir dari Mayo clinic. Oleh karena itu, sebaiknya kita bicarakan dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan kalori harian kita. Biasanya, dalam sehari manusia harus mengonsumsi 1.200 hingga 1800 kalori, tergantung pada tingkat aktivitasnya.

2. Mengabaikan "alarm" tubuh

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved