Penembakan di Gianyar Bali

Aksi Koboi Pria di Gianyar Bali Tembaki Ketut Tantra Hingga Dilarikan ke RS, Anak Pelaku Ungkap Ini

Motif aksi koboi hingga memicu penembakan yang dilakukan I Ketut Sujana tersebut diduga karena persoalan jual beli tanah.

Aksi Koboi Pria di Gianyar Bali Tembaki Ketut Tantra Hingga Dilarikan ke RS, Anak Pelaku Ungkap Ini
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Jaya Winangun senjata yang dipakai, Ketut Anom menembak Tatra, di Mapolsek Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM GIANYAR – Aksi koboi seorang pria di Gianyar, Bali, yang melakukan penembakan dengan pistol air softgun akhirnya menemui titik terang. 

Motif aksi koboi hingga memicu penembakan yang dilakukan I Ketut Sujana alias Anom tersebut diduga karena persoalan jual beli tanah. 

Duduk perkara peristiwa penembakan itupun akhirnya diungkap sang anak pelaku. 

I Wayan Suantana (20) anak pelaku penembakan, di parkiran Pura Puseh Batubulan, Gianyar, Bali, mengatakan tindakan yang dilakukan ayahnya, karena korban sebagai pelantara jual-beli tanah, dinilai tidak bertanggung jawab.

Dia mengatakan, orang yang meminta bantuan korban menjualkan tanahnya adalah saudaranya.

Namun sejak empat tahun, hingga saat ini, uang penjualan tanah sebesar Rp 600 juta tidak dibayar.

“Dia memang sebagai pelantara, tapi kan harus ada tanggung jawabnya juga.

Setiap ditemui, dia selalu meminta untuk menagih uang itu pada bosnya (si pembeli tanah),” ujarnya saat ditemui di rumahnya, di Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan.

Suantana mengungkapkan bahwa insiden penembakan itu tidak direncanakan.

Kata dia, pistol itu dibeli ayahnya melalui online, lengkap dengan sertifikat, dengan tujuan berjaga-jaga.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved