Instalasi Untouchabel dengan Ikon Helm, Pistol & Kondom Putrayasa, Hadirkan Kondisi Politik Saat Ini

Lewat karyanya ini, Putrayasa mengajak penikmat untuk bernalar dalam membaca sebuah persoalan kekuasaan dalam warna oligarki

Instalasi Untouchabel dengan Ikon Helm, Pistol & Kondom Putrayasa, Hadirkan Kondisi Politik Saat Ini
Dok. Pribadi Putrayasa
Instalasi Untouchable karya Ketut Putrayasa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pematung Ketut Putrayasa tampilkan karya seni instalasi berjudul "Untouchable" di Bentara Budaya Bali dalam pameran bersama puluhan perupa Mangurupa bertajuk Suistainability Spirit of Art in Bali.

Dengan karya ini dirinya mencoba menterjemahkan kondisi politik kekinian. 

Lewat karyanya ini, Putrayasa mengajak penikmat untuk bernalar dalam membaca  sebuah  persoalan kekuasaan dalam warna  oligarki yang bermanifestasi menjadi sebuah rezim dalam setiap jamanya. 

Putrayasa mengatakan, karyanya ini menghadirkan ikonik seperti helm yang di atasnya terdapat sebuah pistol dan dibungkus kondom atau alat kontrasepsi.

7 Perupa Muda Abstrak Bali Pamerkan Karya di Bentara Budaya Jakarta, Berikut Karya-karyanya

From Beijing to Bali, 3 Perupa yang Lolos Beijing International Art Biennale Pameran Bersama di Bali

Penggemar Motor Kustom di Jepang Dikejutkan dengan Karya Kedux Cs, Gabungan Skill Tinggi

Dijelaksan karya ini awalnya dibuat, disaat kondisi politik yang carut-marut di Indonesia.

“Pertanyaannya siapakah penguasa itu? Apakah mereka yang membuat kebijakan atau mereka yang melegalkan setiap persoalan,” katanya Rabu (11/12/2019).

Ia menjelaskan, bahwa helm identik dengan kekuasaan.

Sedangkan ada pistol mencerminkan sebuah makna yang mana di dalam menjalankan regulasi seharusnya dijalankan dengan lurus, tegas dan bertanggung jawab.

“Sedangkan kondom cerminan atau  representasi dari protektor dan  permainan, yakni kekuasaan dalam membuat  regulasi atau kebijakan, tetapi kebijakan itu hanya berlaku di kalangan bawah dan hanya melindungi para kaum elit,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya melihat sebetulnya saat ini regulasi hanya menyasar masyarakat kalangan bawah atau akar rumput.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved